Agar Tali Silaturahmi Tercipta

Agar Tali Silaturahmi Tercipta

Ketika kita dipertemukan dengan seseorang atau bahkan beberapa orang, yakinlah bahwa akan ada kebaikan nan dihasilkan. Awal mula hanya sebuah pertemuan, berlanjut menjadi sebuah perkenalan, beradaptasi dan saling mengenal, lalu kemudian berurai menjadi sebuah keakraban. Begitulah metamorfosa terbentuknya silaturahmi.

Di sinilah, timbul sebuah rasa persaudaraan. Merasakan saling peduli sesama dan merasa keterikatan akan batin. Rasa saling menyayangi dan mengerti menjadi buah manis dari istilah ini.

Pada umumnya, masyarakat luas mengartikan kata silaturahmi ini dengan bertamu, mengunjungi sanak saudara, kerabat, atau teman. Biasanya pula, nan terjadi saat bertamu ialah pembicaraan antara individu nan berlangsung cukup lama. Namun pada khususnya, istilah ini diartikan buat hal nan lebih khusus seperti ikatan atau mengikat.

Contohnya ialah pertunangan, lamaran, atau bahkan pernikahan. Ketiga hal nan disebutkan tadi pada dasarnya ialah mengikat tali persaudaraan sehingga terjalin ikatan silaturahmi nan kuat. Banyak definisi nan berkembang mengenai istilah ini. Namun nan kali ini akan dibahas ialah membedakan cara bersilaturahmi nan dilakukan oleh penduduk di pedesaan dan penduduk perkotaan.



Silaturahmi nan Terjadi di Masyarakat Perkotaan

Yang akan dibahas buat pertama kalinya ialah cara bersilaturahmi nan dilakukan oleh masyarakat perkotaan. Pernahkah Anda menemukan hal nan membuat Anda tergelitik, terutama saat menemukan orang asing nan sedang bertanya alamat? Ketika orang asing tersebut menanyakan sebuah alamat pada seseorang nan berada di dekatnya. Dan jawaban ‘tidak tahu’ pun terlontar.

Padahal, alamat nan mereka tanyakan tak jauh lokasinya dari loka di mana mereka berpapasan. Atau ada satu hal lagi nan terbukti fakta dan cukup menggelitik, ialah ketika seseorang menanyakan alamat rumah, tapi hanya jawaban ‘tidak tahu’ nan ia dapatkan.

Padahal, alamat nan ditanyakan terdapat beberapa rumahnya di sampingnya. Hal tersebut membuktikan bahwa kurang kuatnya ikatan tali persaudaraan nan tercipta. Karena, sebagian besar penduduk di perkotaan lebih menikmati kesibukan mereka masing-masing tanpa memuaskan batin mereka dengan interaksi nan baik dengan lingkungan sekitarnya.

Maka tak heran, kadang terjadi kejadian nan menggelitik, ketika seseorang tak mengenal siapa tetangga penghuni di samping rumahnya. Jarangnya acara serikat antara penduduk suatu komplek perumahan pun dapat menjadi penyebab minimnya ikatan tali persaudaraan. Mereka lebih menikmati hayati dengan larut dalam rutinitas pekerjaan mereka.

Seperti pergi pada pagi dan pulang pada malam harinya. Kegiatan ini akan terus berlangsung. Namun, tak ada salahnya jika kita mengusahakan buat meluangkan waktu kita, bergabung bersama warga lainnya hanya buat bekerja bakti membersihkan kawasan kompleks dengan warga kompleks lainnya.



Silaturahmi nan Terjadi di Masyarakat Pedesaan

Jauh sebelum sebuah daerah menjadi perkotaan, masyarakat desa lebih maju dalam hal bersilaturahmi. Rasa saling menyayangi dan peduli sudah menjadi darah daging bagi kehidupan mereka. Masyarakat pedesaan hayati dengan adanya rasa silaturahmi nan tercipta.

Dalam lingkungan dan kegiatannya sehari-hari, masyarakat desa sudah sering melakukan kegiatan ini, seperti halnya dengan mengadakan kerja bakti, rendezvous antarwarga dengan para pejabat pedesaan, hingga kegiatan keagamaan nan biasanya sering dilakukan oleh para ibu-ibu rumah tangga.

Kondisi nan serasi ini muncul sebab adanya ikatan silaturahmi nan baik antara mereka.Jarang ditemukan kasus seperti nan sering ditemukan di perkotaan. Jika Anda berkunjung ke suatu desa dan menanyakan sebuah alamat, maka Anda tak akan susah mendapatkan jawabannya.

Tak jarang, mereka akan mengantarkan Anda langsung pada loka nan dituju. Hal ini memang sederhana buat dilakukan, namun sangat berarti. Masyarakat pedesaan masih memegang teguh rasa menghargai, hal ini nan mendorong mereka buat menghargai tamu nan masuk ke dalam wilayahnya dan membantu kesulitan mereka, salah satunya jika mereka menanyakan alamat atau tersesat.

Bandingkan dengan ikatan silaturahmi nan terjadi di perkotaan, Anda akan sporadis mendapatkan donasi seperti nan terjadi di pedesaan. Karena warga desa tak pernah malu buat memulai percakapan atau berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Mereka juga tak sungkan buat saling membantu sesama.



Agar Tali Silaturahmi Tercipta

Banyak hal sederhana nan bisa dilakukan oleh kita semua agar tercipta tali persaudaraan. Mulai dari hal sederhana yaitu menjadi teman nan baik buat lingkungan sekitar, seperti di sekolah, rekan kerja nan solid di kantor, serta tetangga nan ramah pada saat di lingkungan rumah. Usahakan buat meluangkan waktu Anda hanya buat sekadar berkunjung dan saling mengunjungi rumah teman.

Kegiatan seperti ini secara tak langsung akan menciptakan tali persaudaraan antar sesama, sehingga terciptanya rasa persaudaraan. Kegiatan lain nan bisa dilakukan ialah dengan menghadiri acara atau serikat nan dibuat oleh lingkungan setempat, seperti acara kerja bakti membangun mesjid di lingkungan kompleks perumahan.

Tidak hanya itu, dengan melakukan kunjungan atau melayat tetangga nan meninggal pun menjadi salah satu cara bersilaturahmi. Kegiatan lainnya nan bisa menciptakan ikatan tali silaturahmi ialah dengan mengadakan arisan RT atau RW serta rendezvous lainnya nan melibatkan banyak individu.



Hal-Hal nan Bisa Memicu Putusnya Ikatan Silaturahmi

Silaturahmi akan tetap terjaga apabila semua individu bisa saling menjaga kerukunan sesama. Berikut ialah hal-hal nan bisa memicu putusnya ikatan, di antaranya ialah tak bisa menjaga ucapan. Ketika berbicara di hadapan teman, sengaja atau tak sengaja kita melontarkan kata-kata nan menyinggung perasaannya sehingga tak sporadis teman kita merasa sakit hati dan akhirnya berakhir dengan permusuhan.

Atau misalkan ada sikap kita nan kurang berkenan ketika berinteraksi dengan teman, tanpa sengaja kita melakukan tindakan nan membuat teman kita marah, misalnya tak menepati janji.

Hal itu nan tak sporadis membuat siapapun menjadi kesal dibuatnya, sehingga rentan terjadi permusuhan. Untuk itu, alangkah baiknya saat kita bersilaturahmi, hendaknya menjaga sikap serta perkataan, sebab tak sporadis kecerobohan kita bisa mengakibatkan kesalah pahaman dan permusuhan.



Manfaat dari Menjaga Tali Silaturahmi

Jika kita tak bisa bersilaturahmi dengan baik, maka kita akan menemui banyak kesulitan, di antaranya kita akan banyak kehilangan kesempatan. Seperti kehilangan kesempatan buat pekerjaan bahkan hingga interaksi pertemanan serta persaudaraan atau bahkan kesempatan buat mendapatkan jodoh, bisa menjadi salah satu akibat nan diakibatkan tak bisa menjaga tali silaturahmi.

Maka dari itu, jagalah tali silaturahmi dengan selalu berbuat kebaikan dan mengutamakan kepentingan bersama, sebab dengan cara seperti itu kita akan mendapatkan banyak kegunaan dari tindakan nan dilakukan. Di antaranya, ketika kita berkunjung ke rumah salah seorang teman, dengan maksud menanyakan masalah lowongan pekerjaan, kita berpeluang buat mendapatkan pekerjaan.

Atau misalkan ketika kita berkunjung ke salah seorang teman buat membicarakan masalah penyakit nan diidap orangtua kita, kita memiliki peluang buat mendapatkan info mengenai pengobatan nan baik buat membantu menyembuhkan penyakit orang tua kita. Hasilnya, orangtua kita masih memiliki kesempatan buat sembuh dari penyakitnya.

Maka tak asing jika ada istilah menjaga tali silaturahmi bisa memperpanjang usia.Atau hal lainnya nan bisa berpeluang buat terjadinya ikatan pernikahan, seperti berkunjung ke rumah salah seorang teman. Di sana, kita diperkenalkan pada salah satu anggota keluarganya nan belum menikah dan ternyata menjadi jodoh nan baik buat kita.

Maka hal ini akan membuat tali pertemanan nan terjalin semakin kuat dan berkembang lebih baik lagi. Kesempatan ini tak pernah bisa kita duga sebelumnya. Namun, apapun itu ternyata banyak kegunaan positif nan bisa dipetik dari menjaga silaturahmi ini.