Metode Pengembangannya

Metode Pengembangannya



Ruang Lingkup

Penjelasan terhadap ruang lingkup filsafat pendidikan Islam memberikan indikasi bahwa hal ini telah diakui sebagai suatu disiplin ilmu. Semakin diperkuat dengan adanya sumber-sumber bacaan, wabil spesifik buat buku-buku nan didasarkan pada hasil riset mengenai pendidikan Islam. Mencuatnya berbagai ajaran nan dianggap sesat, tak terlepas dari pembahasan nan dilakukan oleh orang-orang nan bergerak dibidang pendidikan. Mereka mencari tahu apakah dengan adanya pembahasan filsafat Islam, masalah pendidikan akidah ini dapat lebih ditingkatkan.

Tentunya sebagai sebuah disiplin ilmu, sebagaimana bidang kajian lain, filsafat mengenai pendidikan Islam mempunyai bidang kajian atau cakupan nan jelas dan rigid. Seorang pakar pendidikan Islam menyatakan secara gamblang bahwa dengan mempelajari kajian ini berarti ia telah berpikir secara mendasar, sistematik, logis dan universal ihwal pendidikan, nan bukan hanya dilatarbelakangi science Islam saja, melainkan pengetahuan lainnya nan relevan.

Dari keterangan tersebut kemudian dapat ditarik benang merah bahwa ruang lingkup filsafat mengenai pendidikan Islam yakni segala hal nan terdapat dalam kegiatan pendidikan seperti hanya masalah tujuan pendidikan, guru, kurikulum, metoda dan lingkungan pendidikan itu sendiri. Dengan memperhatikan pokok-pokok pada pendidikan itu, orang akan berpikir bahwa filsafat satu ini akan mampu mendukung kehidupan pada umumnya.

Ketika ada warta nan cukup menghebohkan tentang seorang seniman Adi Bing Slamet nan mengatakan bahwa guru spiritualnya sesat, mata langsung tertuju pada pola pemikiran nan sempat didapatkan Adi ketika mulai berguru kepada seseorang nan disebutnya dengan nama Eyang Subur. Kalau ajaran itu benar, tak perlu ada pengkultusan nan begitu dalam dan tak perlu memandang seseorang itu terlalu tinggi.

Bahwa seseorang nan berilmu itu mempunyai kedudukan nan lebih tinggi dibandingkan dengan orang nan tak berilmu, tak harus menjadikan orang nan tak berilmu merasa harus memandang orang nan berilmu terlalu tinggi. Kalau hal ini dilakukan, maka apa nan dikatakan oleh orang nan dianggap berilmu akan diikuti oleh orang nan dipandang berilmu tersebut. Inilah nan akhirnya masuk ke proses pengkultusan.

Kekeringan jiwa ialah penyebab orang mudah terpana dengan orang-orang nan mempunyai ilmu walaupun hanya sedikit. Lalu ketika orang nan dianggap berilmu itu mempunyai uang, ia akan merasa berkuasa. Ketika kekuasaannya semakin kuat, semakin banyaklah orang nan ingin menjadi muridnya sebab ingin dapat menjadi seperti dirinya. Jika orang ini telah memiliki banyak wanita di sekelilingnya, maka ia dapat dikatakan bukan seseorang nan patut diberi penghormatan nan terlalu tinggi.

Agar tak terjebak ke dalam pengkultusan, nan paling primer ialah dnegan meningkatkan pengetahuan dan mencari guru nan benar. Untuk mengertahu apakah sang guru sahih atau tidak, tetap saja harus mempunyai ilmu mencari guru nan baik. Jadi kesimpulannya ialah harus mempunyai ilmu. Dengan pendidikan nan baik di rumah, anak-anak akan tumbuh menjadi manusia nan mempunyai karakter nan baik. Mereka akan menjadi pembelajar mandiri. Pembelajar berdikari ini tak akan mudah percaya dengan sesuatu nan terlihat heboh sekali pun.

Sistem pendidikan nan sahih ialah orangtua harus menerapkan pendidikan akidah nan benar. Sebelum mereka menikah pun orangtua ini telah mendapatkan pendidikan tentang akidah. Setelah akidah, ada pendidikan akhlak. Akidah dan akhlak nan bersama-sama diajarkan akan membuat anak menjadi manusia nan tahu Tuhannya dan tahu bagaimana berteman dengan mahluk Tuhannya. Mereka tak menjadi manusia arogan sebab tahu bahwa siapa nan menyayangi nan di bumi akan disayangi oleh nan di langit.

Dengan ajaran nan tepat ini, maka anak akan dengan tenang menghadapi apapun tantangan nan akan dihadapinya. Mereka menjadi manusia andal nan tahu apa nan mereka inginkan. Mereka tahu bahwa tujuan penciptaannya ialah buat mengabdi kepada Tuhannya. Mereka tak akan berusaha mencari sesuatu dengan hasil nan cepat. Bahwa proses itu sangat penting, menjadi salah satu hal nan mereka pahami.

Proses mencari ilmu nan tak mudah membuat anak-anak nan mendapatkan ajaran melalui pendidikan Islam ini berusaha menjadi anak nan baik. Mereka sangat sadar bahwa ketika kebaikan itu terus dijalankan, niscaya akan menjadi baik. Seperti orang nan menanam padi. Padi tumbuh, rumput pun akan tumbuh. Tetapi kalau rumput nan ditanam, padi tak akan tumbuh. Artinya, kebaikan itu memang mempunyai tantangan. Tetapi tantangannya niscaya akan dapat diatasi sebab pertolongan Tuhan itu sangat dekat.



Kegunaan

Segala sesuatu, terlebih merupakan sebuah bidang keilmuan harus mempunyai manfaat nan jelas dan signifikan buat kemaslahatan. Dikemukakan bahwa tujuan dari pendidikan Islam, yakni:

* Mampu mengisi di dua aspek kehidupan, yakni global dan akhirat. Kalau keilmuan itu hanya dapat dinikmati di dunia, maka itu artinya keilmuan itu buakn ilmu nan baik. Ilmu nan baik akan berdampak pada kehidupan akhirat nan artinya akan membuat batin tenang, jiwa tenang, dan pikiran pun tenang. Ilmu nan baik akan membuat manusia semakin dekat dengan Tuhannya. Sebaliknya, jika ada ilmu nan tak membuat pembelajarnya menjadi lebih dekat kepada Tuhannya, itu artinya niscaya ada nan salah dengan ilmu nan sedang dipelajari tersebut.

* Wahana pembentukan akhlaqul karimah atau akhlak nan mulia. Pada dasarnya pendidikan mempunyai peranan krusial dalam aspek pembentukan moralitas dan akhlak tiap-tiap anak didik. Mereka akan menjadi anak nan menghargai orang lain dan tak akan merasa paling baik sebab godaan orang baik itu ketika ia merasa lebih baik dari orang lain. Untuk itulah orang baik itu harus sadar bahwa ia baik ketika tak merasa lebih baik. Hanya Allah Swt nan tahu siapa nan paling baik di antara manusia.

* Mampu membangkitkan ruh keilmiahan dalam diri anak didik sebagai bentuk dari manifestasi dari pengamalan hadis: uthlubul ‘ilmi walau bish shin. Yang artinya “tuntutlah ilmu walaupun sampai ke negeri China”. Tidak ada kata berhenti dalam mencari ilmu. Ketika merasa semakin tak mempunyai ilmu, maka ada kehausan dalam mencari ilmu. Inilah rasa nan membuat orang sangat bahagia menimbah ilmu nan membuatnya senang sebab ia merasa lebih dekat kepada Sang Pencipta.

* Mampu menyiapkan diri sebagai tenaga-tenaga profesional nan islami sehingga ketika terjun ke global profesi, antara tuntutan pragmatis sekaligus etika dan idealisme dapat tertunaikan secara bersama-sama. Profesional ini artinya berkompetensi tinggi dan berdedikasi serta berkomitmen tinggi.

* Berorientasi dalam mencari rezeki nan halal dan bermanfaat. Bekerja bukan semata buat menghasilkan uang, melainkan menunaikan kewajibannya dikala ia dianugerahi harta nan berlebih: zakat, infaq, dan sedekah.



Metode Pengembangannya

Tentunya sebuah kajian keilmuan, supaya tak berlaku statis, harus dilakukan pengembangan nan kontinyu dan konsisten. Untuk hal itu, biasanya ada empat hal nan diperlukan:

* Penemuan dalam pengembangan sebuah kajian filsafat pendidikan Islam sangat urgen mengingat sikap tidak aktif dan apatis sangat dilarang dalam agama. Untuk keperluan ini, dapat ditemukan sumbernya dari al-Quran sebagai kitab paripurna dan paripurna, dan hadis sebagai suplemen kitab suci. Selain dalam bentuk nan tertulis, juga diperlukan sumber dari keterangan ulama nan telah banyak berperan dalam pengembangan pembelajaran islam.

* Perlu diperhatikan cara atau metode dalam melakukan searching terhadap sumber-sumber nan diperlukan buat melakukan kajian secara mendalam. Untuk sumber nan sifatnya tertulis dapat didapatkan dari bahan di perpustakaan. Dan buat lisan, dari rekaman tokoh, wawancara, atau saduran suara.

* Setelah dilakukan pengumpulan data, maka perlu dipikirkan bagaimana melakukan pembahasan terhadap sumber-sumber tersebut. Ibarat membuat kue, bahan-bahannya sudah ada tinggal memikirkan bagaimana cara membuat adonan buat menghasilkan kue nan bercitarasa sinkron dengan nan diharapkan.

* Bagaimana melakukan pendekatan kajian. Hal ini dilakukan buat keperluan analisa dan ihwal keterhubungannya dengan bidang kajian lainnya.

Semoga artikel sederhana ini dapat membantu buat menerangkan filsafat pendidikan Islam nan ditujukan buat menambah kemaslahatan pendidikan Islam.