Agar Menjadi Istri sholehah

Agar Menjadi Istri sholehah

Suami mana nan tidak senang bila memiliki seorang istri sholehah nan mampu menenangkan hatinya saat gundah, mampu menjadi teman diskusi nan komunikatif, seorang istri nan mampu merawat dan mengurus dirinya dengan telaten dan menjaga anak-anak serta rumah dengan rapi.

Suami nan memiliki istri sholehah akan merasa bahagia. Dan dengan cinta kasih bersama-sama berharap kelak akan berkumpul di surga nan kekal abadi sehingga kebahagiaan nan dirasa akan sempurna, senang di global dan senang di akhirat.

Istri sholehah ialah seorang istri nan taat dan tunduk pada suaminya. Ketika ketaatan dan ketundukkan ditampilkan oleh seorang istri akan membuat rasa tenteram tumbuh di hati suami. Suami pun akan merasakan rasa tenteram dalam mencari nafkah, meringankan semua tugasnya nan berkaitan dengan agama dan dunia. Termasuk pekerjaan suami ketika membantu dalam mengurus anak-anak.

Istri sholehah memang sudah seharusnya berusaha buat meraih ridho sang suami dan menjauhi segala perbuatan ataupun hal nan akan melukai hati suami (bahkan menyakitinya). Apabila seorang istri bertindak di luar batas sebagai seorang istri dan suaminya tak ridho serta merasa tersakiti, maka akan terjadi bala besar dalam rumah tangga.

Pernikahan nan telah dibangun begitu lama, akan sia-sia sebab dapat saja sang suami marah akan tindakan sang istri nan dirasanya tidak pantas. Akibatnya, tidak menutup kemungkinan akan terjadi perceraian. Kalau sudah seperti ini, anak-anaklah nan akan menjadi korban kedua orangtuanya.

Kebahagiaan seorang suami akan juga menjadi kebahagiaan istri. Ketika istri menjadi seorang sosok istri sholehah dan bertakwa kepada Allah Swt, suami akan bersyukur dan bebannya sebagai imam rumah tangga akan menjadi ringan.



Istri sholehah Agunan Surga

Istri sholehah dan wanita solehah telah dijamin oleh Allah Swt. dapat masuk surga dari pintu mana pun. Betapa bahagianya menjadi seorang wanita, apalagi jika ia menjadi seorang istri sholehah. Ketika suami telah ridho dengannya, maka tidak ada alasan bagi Allah Swt. memberinya segudang pahala berlimbah.

Istri sholehah kelak akan menjadi seorang ibu nan dapat menempatkan diri secara proposional pada keluarganya. Kelak, ia akan menjadi madrasah paling pertama bagi anak-anaknya, karena anak-anak mendapat pelajaran pertama kali dari ibunya. Jadi, ketika orangtua berharap anak-anaknya tumbuh menjadi anak sholeh, harus terlebih dahulu orangtuanya menjadi orangtua nan sholeh sehingga anak akan menjadikan kedua orangtua sebagai panutan.

Tugas seorang istri sholehah sebanding dengan ganjaran pahala nan akan didapatkannya. Mendidik, merawat, menjaga anak dan suami. Menjadi partner nan baik bagi suami, menjadi penenang saat suami sedang mengalami kegundahan, dan belum lagi mengerjakan segudang pekerjaan rumah tangga nan rasanya tidak akan pernah ada habisnya.



Istri sholehah Menghargai Suami

Menjadi seorang gampang-gampang susah. Namun, jika istri mengerti batasan dan porsinya dalam rumah tangga, maka menjadi seorang istri sholehah akan terasa mudah. Apalagi jika seorang istri tersebut paham dan mengerti tentang agama dan anggaran nan telah diterapkan oleh Allah Swt.

Hal nan paling fundamental agar menjadi seorang istri nan solehah ialah menghargai suami. Sudah bukan cerita baru lagi, di zaman sekarang tidak sedikit istri nan tidak lagi menghargai suaminya. Apalagi jika ditunjang dengan keadaan karir dan finansial istri lebih tinggi dibanding sang suami. Saat kondisi seperti ini, banyak para istri nan hanya menjadikan suami sebagai status pelengkap saja.

Menghargai suami ialah hukumnya wajib bagi seorang istri. Seorang istri tak boleh merendahkan apalagi menghina keadaan suami. Seorang istri harus sadar betul akan keberadaannya dan posisinya dalam menciptakan sebuah keluarga nan sakinah mawadah dan warahmah.

Pernikahan ialah ibadah dan merupakan perjalanan separuh dari agama. Saat Anda memutuskan buat menikah dengan seseorang, Anda harus benar-benar menerima keadaan sang suami. Seorang istri harus dapat menerima baik kekurangan maupun kelebihan suami. Jangan sesekali memandang suami dari segi materi dan fisik belaka. Seorang istri wajib menghormati dan menghargai suami sebab sosok suami merupakan imam rumah tangga.



Agar Menjadi Istri sholehah

Istri sholehah memang dambaan setiap suami. Agar Anda menjadi istri sholehah, beberapa tips berikut dapat Anda terapkan dalam rumah tangga.

  1. Jangan Melarang atau Membatasi Hobi Suami

Biasanya, suami paling tak bahagia ketika seorang istri melarang atau bahkan membatasi hobi dan kegemarannya. Apalagi, jika hobi tersebut bagi suami ialah hal nan sangat menyenangkan hatinya. Seorang istri sholehah tidak akan melarang atau membatasi hobi suami. Jika hobi suami dianggap sudah hiperbola hingga lupa waktu, istri dapat mengingatkannya dengan bahasa nan santun dan tak marah-marah.

  1. Hentikan Kebiasaan Banyak Anggaran pada Suami

Seorang istri jangan bersikap terlalu mengatur suami, misalnya membuat statement seperti, "pokoknya, sepulang kerja tak boleh keluyuran. Harus langsung pulang ke rumah!" Jika sang istri membuat anggaran tegas seperti itu, sang suami akan merasa tertekan dan dapat jadi marah-marah. Lebih baik ingatkan suami dengan cara nan santun dan halus. Katakan saja pada suami kalau anak-anak selalu menunggu kepulangannya buat makan malam bersama. Terpenting, gunakan cara-cara nan manis buat mengingatkan suami.

  1. Jangan Sekali-kali Meminta Suami buat Berubah Penampilan

Suami niscaya akan merasa jengah dan kesal jika sang istri selalu memintanya berubah. Misalnya, ketika sebelum menikah dengan Anda, sosok suami ialah orang nan berpenampilan cuek. Ketika sesudah menikah, Anda ingin sekali mengubahnya menjadi lebih rapi. Jika Anda ingin melihatnya berpenampilan berbeda dari biasanya, sebaiknya Anda memberi masukan saat suasana hatinya sedang baik.

  1. Terlalu Cemburu dan Curiga

Banyak nan bilang kalau cemburu ialah tanda cinta. Namun, suami pada umumnya tak bahagia dicemburui dan dicurigai. Apalagi jika Anda cemburu dan curiga berlebihan. Seorang istri nan sholehah tak akan melakukan hal seperti itu.

Jika Anda merasa suami sedang berubah, jangan dulu mencurigainya berselingkuh. Ada baiknya Anda menyelidikinya terlebih dahulu. Mungkin saja suami kurang perhatian sebab sedang mengerjakan sesuatu pekerjaan nan memang menyita perhatiannya.

  1. Jangan Mengeluarkan Emosi Meluap-luap

Ketika terjadi disparitas pendapat atau perselisihan, biasanya tidak sporadis istri akan meledak emosinya. Meskipun dalam keadaan marah dan merasa kesal pada perbuatan suami, sebaiknya seorang istri tak boleh memarahi atau membentak suami.

Emosi boleh-boleh saja jika nan dilakukan oleh suami memang melanggar sesuatu nan salah. Namun, harus selalu diingat agar tak meledak-ledak. Lebih baik menegur suami ketika kondisi santai saat Anda berduaan. Ungkapkan rasa kecewa dan kekesalan nan anda rasakan pada suami dengan bahasa nan santun.

  1. Selalu menghargai suami

Menghargai dan menghormati suami dalam kondisi apapun. Jangan pernah menganggap rendah suami walaupun suami dalam keadaan nan sulit.

So, menjadi seorang istri sholehah gampang, bukan? Jangan sekali-kali memandang suami dari sekadar fisik atau merendahkan diri suami. Raihlah ridho suami dalam membina pernikahan sebab Allah Swt. akan memberikan surga bagi wanita dan istri sholehah.