Gambar Bintang Daud dalam Budaya selain Yahudi

Gambar Bintang Daud dalam Budaya selain Yahudi

Gambar Bintang Daud atau David star memiliki makna dan sejarah tersendiri bagi bukti diri kaum Yahudi. Hingga kini, gambar tersebut sering kali dijadikan simbol keagamaan, kebudayaan, bahkan dialihfungsikan menjadi simbol politis zionis Israel. Bintang Daud sebenarnya ialah gambar bintang berbentuk heksagram, nan jika dilihat mirip dengan gambar dua segitiga nan ditumpuk antagonis arah.

Bentuk heksagram sendiri sudah menjadi simbol Judaisme semenjak abad ke-17, saat gambar Bintang Daud atau perisai Daud dikait-kaitkan dengan Segel Sulaiman (Seal of Solomon) pada bendera-bendera bukti diri kaum Yahudi. Diperkirakan simbol ini pertama kali digunakan sekitar abad ke-11 sampai ke-13 sebagai jimat pelindung bagi kaum Yahudi.



Sejarah Gambar Bintang Daud

Tidak ada bukti kuat mengenai kapan Bintang Daud mulai digunakan dalam budaya Yahudi. Catatan sejarah tertua mengenai penggunaan simbol Bintang Daud dalam budaya Yahudi terdapat dalam "Karaite", sebuah kitab Yahudi nan berasal dari abad ke-12.

Kelihatannya, sejak dahulu kala Bintang Daud memang sering digunakan dalam konteks keagamaan dan kebudayaan Yahudi, terutama sebagai bagian corak atau motif dekorasi suatu benda, bangunan, atau ruangan. Di sebuah sinagog di Yerusalem pun terdapat sebuah batu berbentuk heksagram nan diperkirakan berasal dari abad ke-3 atau ke-4.

Dari inovasi tersebut, bentuk Bintang Daud atau heksagram diperkirakan digunakan sebagai ornamen arsitektur sinagog. Bahkan bintang ini ditemukan di sebuah sinagog antik di Tell Hum. Kelihatannya penggunaan simbol Bintang Daud di dalam sinagog diasosiasikan dengan perkamen mezuzah.

Penggunaan heksagram dalam konteks bukti diri Yahudi sebagai simbol nan memiliki makna spesifik diperkirakan bermula pada abad ke-11 (tepatnya di tahun 1008), saat bentuk heksagram digunakan sebagai motif dekorasi sebuah carpet page berisi manuskrip dari kitab Tanakh. Pada tahun 1307, simbol ini juga digunakan buat menghiasi manuskrip Tanakh abad pertengahan di Spanyol.

Nama Bintang Daud atau 'Perisai Daud' telah digunakan setidaknya sejak abad ke-11 sebagai gelar Tuhan bangsa Yahudi. Penggunaan gambar Bintang Daud sebagai bukti diri ketuhanan Yahudi ini ditemukan di dalam buku kumpulan doa Yahudi (Siddur). Dalam buku tersebut Bintang Daud secara puitis diasosiasikan dengan konservasi Raja Daud nan maha dahsyat dan restorasi nan terjadi di masa pemerintahannya.



Makna Simbolis Gambar Bintang Daud

Gambar Bintang Daud tak hanya memiliki satu makna nan mutlak, melainkan memiliki banyak makna. Salah satunya ialah bahwa enam sudut dalam Bintang Daud merefleksikan kekuasaan absolut Tuhan di enam arah, yakni utara, selatan, barat, timur, atas dan bawah. Gambar Bintang Daud juga bisa dimaknai sebagai dua buah segitiga nan menggambarkan dua sifat manusia nan berlawanan, sifat baik dan sifat buruk. Selain itu, kaum Yahudi memercayai bahwa Bintang Daud bisa dijadikan jimat pelindung dari roh-roh jahat.

Bentuk Bintang Daud nan heksagram dengan dua buah segitiga nan saling menumpuk juga sering kali dimaknai sebagai refleksi interaksi Tuhan dan kaum Yahudi. Segitiga nan meruncing ke atas dianggap merepresentasikan Tuhan nan ada di 'atas' dan segitiga nan meruncing ke bawah dianggap merepresentasikan kaum Yahudi nan ada di bumi. Akan tetapi beberapa cendikiawan Yahudi menganggap bahwa 12 sisi pada bintang ini merepresentansikan 12 suku Yahudi.

Akan tetapi, asosiasi makna nan paling populer dan melegenda ialah identifikasi Bintang Daud dengan karakter Raja Daud. Sebuah kisah menyebutkan bahwa ketika remaja, Daud pernah berperang dengan musuh-musuh Raja Namrud.

Peralatan perangnya dilengkapi dengan sebuah perisai, perisai Daud nan berbentuk bundar dilengkapi rangka dua segitiga nan saling mengunci di bagian belakangnya. Saking hebatnya perang tersebut, kedua segitiga itu syahdan melebur menjadi satu, berbentuk heksagram. Akhirnya Daud menang, dan sejak saat itu ia dikenal dengan perisainya, Perisai Daud.



Gambar Bintang Daud dalam Budaya selain Yahudi

Rupanya simbol Bintang Daud tak hanya ada dalam kebudayaan Yahudi, meski kemudian simbol ini dimonopoli menjadi lambang bukti diri kaum Yahudi. Sejarah mencatat bahwa gambar Bintang Daud sudah sering digunakan di kebudayaan-kebudayaan antik sebelum kemunculan Yahudi, seperti kebudayaan Babylonia dan Mesir Kuno. Dahulu di peradaban-peradaban tersebut Bintang Daud identik dengan ilmu sihir dan ilmu astronomi.

Selain itu, agama Hindu nan berkembang di 'anak benua' juga mengenal simbol heksagram dan kerap kali menggunakannya dalam simbol keagamaan. Misalnya, pada penggambaran Sab Kona atau Bintang Goloka (ruang suci) nan disebutkan di dalam Weda. Bintang nan memiliki 6 sudut ini digunakan buat menggambarkan loka tinggal Khrisna, sang titisan Dewa Wisnu.

Di belahan global lainnya, yakni di Sumeria, gambar bintang heksagram digunakan dalam konteks ilmu astronomi dan astrologi. Penggunaan Bintang Daud di Sumeria ini sudah ada sejak 2.500 tahun sebelum Masehi. Peradaban antik Assyria di Irak juga tercatat mengenal simbol bintang berbentuk heksagram ini dan menggunakannya dalam bangunan-bangunannya, seperti pada obelisk nan didirikan tahun 825 SM.
Kebudayaan Yunani Antik pun mengenal simbol bintang heksagram.

Di Kreta, tepatnya di Museum Heraklion, ada sebuah piringan tembikar Phaestos antik dengan bentuk heksagram sebagai salah satu ukirannya. Simbol tersebut juga ditemukan pada gelas-gelas tanah liat peninggalan Yunani Kuno. Selain itu, di Istana Festos (yang diduga telah ada 700 tahun sebelum Daud dilahirkan) juga ditemukan simbol heksagram.

Simbol Bintang Daud juga ditemukan di kebudayaan Tunisia melalui uang logamnya nan berukirkan bintang tersebut. Selain itu di Jepang, terutama di kuil-kuil Shinto tua, banyak terdapat simbol bintang bersisi 12. Simbol ini memiliki namanya sendiri, yakni The Crest Kagome .



Penggunaan Gambar Bintang Daud di Masa Sekarang

Penggunaan simbol Bintang Daud seiring berjalannya waktu semakin identik dengan bukti diri kaum Yahudi dan politik Zionismenya. Lambang Bintang Daud atau David Star mulai berkembang maknanya sejak kekuasaan Hitler dan Perang Global II.

Pada masa jaya Nazi, sebuah pembunuhan besar-besaran (holocaust) dilakukan kepada berbagai jenis manusia nan dianggap sebagai 'produk gagal', di antaranya ialah kaum homoseksual, orang-orang penyandang cacat, tahanan perang Uni Soviet, suku gipsi, dan kaum Yahudi.

Meski banyak menimbulkan kontroversi (terutama dalam hal jumlah korban dan metode pembunuhan), pembunuhan massal kaum Yahudi pada holocaust memiliki satu hal nan diyakini kebenarannya, yaitu penggunaan gambar Bintang Daud. Pada masa itu tentara Nazi menggunakan simbol Bintang Daud sebagai alat identifikasi apakah seseorang memiliki darah keturunan Yahudi atau tidak.

Orang-orang Yahudi pada masa itu syahdan diharuskan memakai baju nan memiliki simbol gambar Bintang Daud di bagian dada sebelah kiri dan bagian belakang. Bintang Daud pada baju tersebut biasanya berwarna kekuningan dan bertuliskan "Jude" (bahasa Jerman buat Yahudi).

Lambang Bintang Daud kemudian menjadi karakteristik khas gerakan Zionisme Israel. Gerakan Zionisme sendiri merupakan gerakan politik bangsa Yahudi buat kembali menempati bukit Zion di Yerusalem, setelah berabad-abad terbuang ke berbagai penjuru dunia. Aksi Zionisme sebenarnya sudah ada sejak abad ke-19, tetapi masa jayanya bermula dari tahun 1948, sejak para penganut paham Zionisme mengklaim berdirinya negara Israel di tanah Palestina.

Bintang Daud menjadi simbol primer konvoi Zionisme, selain menorah. Dalam setiap pertemuan, kedua lambang ini selalu muncul, baik dalam dekorasi maupun ornamen baju penganut paham ini. Selanjutnya, lambang Bintang Daud dialihfungsikan menjadi lambang negara Israel nan mereka dirikan. Mulai dari bendera negara hingga peralatan-peralatan perang negara nan menduduki tanah Palestina ini menggunakan simbol Bintang Daud.

Peralihan makna gambar Bintang Daud dari simbol keagamaan hingga simbol politik menimbulkan banyak teori-teori persekongkolan baru. Teori-teori ini datang terutama dari pihak-pihak anti-Zionisme (bukan anti-Yahudi, sebab Yahudi dan Zionisme ialah dua hal berbeda meski saling berkaitan satu sama lain), nan semakin mengentalkan interpretasi simbol Bintang Daud sebagai bukti diri politis Zionisme hingga saat ini.