Fasilitas nan Ada di Perpustakaan Nasional

Fasilitas nan Ada di Perpustakaan Nasional

Tidak dapat dipungkiri bahwa perpustakaan memiliki peran krusial buat kemajuan bangsa. Di perpustakaan, Anda dapat mendapatkan banyak sumber informasi, mulai dari buku, dokumen, rekaman media, dan sebagainya. Tak sedikit pula perpustakaan nan menyediakan internet agar pengunjungnya lebih mudah mengakses majemuk informasi dari global maya. Lalu, apa peranan Perpustakaan Nasional ? Berikut klarifikasi seputar Perpustakaan Nasional lebih jauh.



Sejarah Perpustakaan Nasional

Perpustakaan Nasional ialah forum pemerintah setingkat departemen, atau Forum Pemerintah Nondepartemen (LPND). Sehingga Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berkedudukan di bawah dan langsung bertanggung jawab kepada Presiden RI.

Perpustakaan Nasional dulunya bernama Bataviaasch Genootschap . Forum ini didirikan pada 24 April 1778. Forum inilah nan menjadi cikal bakal Perpustakaan Nasional. Bataviaasch Genootschap dibubarkan pada 1950.

Kemudian, pemerintah di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan buat membuat forum nan memiliki tugas menyimpan majemuk informasi dan data milik negara. Perpustakaan Nasional secara resmi berdiri pada 17 Mei 1980. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa itu, Daud Joesoef nan meresmikannya.

Perpustakaan Nasional didirikan dari proses bergabungnya keempat badan atau forum negara lain nan tadinya ialah badan bawahan Ditjen Kebudayaan. Keempatnya, antara lain:

  1. Perpustakaan Museum Nasional
  2. Perpustakaan Sejarah, Politik dan Sosial
  3. Perpustakaan Wilayah DKI Jakarta
  4. Bidang Bibliografi dan Deposit, Pusat Pembinaan Perpustakaan

Perpustakaan Nasional sempat berpindah lokasi. Bahkan, tak dapat berada di satu lokasi nan sama melainkan terpisah-pisah ke dalam tiga tempat. Di jalan Merdeka Barat 12 ikut menempati lokasi Museum Nasional. Lalu, di jalan Merdeka Selatan 11 menumpang di Perpustakaan SPS dan juga di jalan Imam Bonjol 1, yaitu Museum Naskah Proklamasi.

Akhirnya pada 1987, lokasi Perpustakaan Nasional disatukan. Ibu negara waktu itu, Ibu Tien Soeharto menyumbangkan tanah wakaf buat pendirian gedung Perpustakaan Nasional melalui Yayasan Asa Kita nan dipimpinnya. Tanah tersebut berukuran 16.000 m2.

Lokasi tersebut terletak di jalan Salemba Raya 28A, Jakarta Pusat. Gedung baru berlantai sembilan pun ikut dibangun buat disumbangkan. Bangunan lama nan telah berada di sana ikut direnovasi agar nyaman ditinggali dan enak dilihat.

Lokasi tersebut tadinya ialah bekas sekolah HBS pertama di Indonesia ketika masa kolonial Belanda. Gedung itu bernama Koning Willem III School (Kawedri). Bangunan tua itu dijadikan kantor pimpinan perpustakaan, sedangkan gedung baru berlantai sembilan ialah lokasi perpustakaannya sendiri.

Secara resmi Perpustakaan Nasional dibuka pada tanggal 11 Maret 1989, bertepatan dengan ulang tahun Perpusnas nan kesembilan. Presiden Soeharto dan ibu negara meresmikannya dengan menandatangani prasasti marmer nan diletakkan di sana. Kepala Perpustakaan Nasional ialah ibu Mastini Hardjoprakoso, MLS nan juga sempat menjabat sebagai kepala Perpustakaan Museum Nasional.

Keputusan Presiden atau Keppres dibuat buat memperkuat kedudukan Perpustakaan Nasional secara hukum administrasi negara. Keppres nomor 50 tahun 1997 tertanggal 29 Desember 1997 ini menyempurnakan susunan organisasi, tugas, dan fungsi Perpustakaan Nasional. Hal ini juga dibuat buat mengantisipasi perkembangan global dalam era globalisasi informasi.



Fasilitas nan Ada di Perpustakaan Nasional

Berbagai macam koleksi buku, manuskrip, foto, lukisan dan karya seni lainnya, video, dan lain-lain dapat dilihat dan dipergunakan sebagaimana mestinya di Perpustakaan Nasional. Perpustakaan ini terbuka buat umum, meskipun koleksinya tak dapat dipinjam buat dibawa ke rumah. Artinya koleksinya bersifat tertutup sebab berharga dan beberapa di antaranya sangat langka dan dilindungi negara.

Selain fasilitas buat membaca buku dan menikmati koleksi secara langsung, Perpustakaan Nasional juga mempunyai fasilitas lainnya. Seperti pembuatan ISBN.

Bila Anda tertarik buat mempergunakan majemuk fasilitas nan disediakan di sana, tak ada salahnya datang langsung ke lokasi Perpustakaan Nasional di Jakarta. Tapi sebelum bisa menggunakannya, Anda harus mendaftar buat menjadi anggota.

Caranya mudah. Anda tinggal mengisi formulir permohonan nan disediakan di ruang keanggotaan lantai I C. Kemudian tunjukkan bukti diri diri nan masih berlaku, misalnya kartu pelajar, kartu mahasiswa, SIM atau KTP. Jangan lupa mencantumkan nomor telepon nan dapat dihubungi. Kartu keanggotaan ini berlaku selama 5 tahun.



Koleksi Lukisan Karya Johannes Rach (1720-1783) di Perpustakaan Nasional RI

Sejak 1995, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia nan terletak di Jakarta dan Rijksmuseum sudah melakukan interaksi kolaborasi buat melestarikan warisan budaya bangsa. Termin awal dari kolaborasi ini ialah spesifik buat gambar-gambar hasil karya Johannes Rach (1720-1783). Koleksi gambar sebanyak 202 nan ada di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia ini ialah jumlah paling besar dari semua lukisan Johannes Rach nan menggambarkan persitiwa krusial di Indonesia serta di berbagai negara di Asia.

Rijkmuseum, sebagai salah satu museum paling besar di negara Belanda, juga mempunyai gambar Johannes Rach nan berjumlah sekitar 40 buah gambar. Untuk dapat didayagunaan oleh masyarakat umum, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Rijkmuseum sudah melakukan pembicaraan buat mengumpulkan koleksi gambar tersebut dan nantinya akan dipublikasikan dalam bentuk terbitan maupun bentuk pameran.



Koleksi Foto di Perpustakaan Nasional RI

Dalam memberikan layanan koleksi, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia selalu sarat dengan informasi ilmiah, nilai sejarah, dan budaya bangsa. Perpustakaan Nasional RI juga selalu berusaha memberikan informasi dengan bentuk dan cara terbaik sehingga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara maksimal.

Bermacam-macam jenis koleksi nan tersimpan di Perpustaaan Nasional tak semuanya dapat disajikan dalam bentuk aslinya. Kondisi seperti ini membuat koleksi tersebut dialihkan dalam bentuk lain, yaitu ke dalam bentuk reproduksi foto. Koleksi-koleksi foto hasil reproduksi dari bergam literature ilmiah ini berisi tentang beraneka ragam kekayaan budaya bangsa nan disusun dan disajikan kembali ke dalam bentuk foto. Koleksi foto nan dilengkapi dengan pelukisan berhubungan dengan foto bersangkutan ini tentunya sangat dibutuhkan oleh para pengguna.



Koleksi Mansukrip di Perpustakaan Nasional RI

Koleksi manuskrip di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia awalnya berkembang dari koleksi Perpustakaan Museum Pusat. Awalnya, koleksi manuskrip ini dikelola dan dikembangkan oleh Bataviaasch Genootachap van Kunsten en Wetenachappen , sebuah organisasi kaum elit intelektual nan didirikan pada 1778.

Bagian paling besar dari koleksi museum ini yaitu majemuk jenis bahan pustaka karya bangsa dalam negeri maupun dari luar dan nan diterbitkan di Indonesia maupun di luar negeri sejak abad ke-16. Koleksi museum ini dikumpulkan berlandaskan undang-undang deposit nan diterbitkan oelh pemerintah Hindia Belanda.



Koleksi Majalah Langka di Perpustakaan Nasional RI

Koleksi majalah langka di Perpustakaan Nasional RI berawal dari koleksi Perpustakaan Museum Pusat. Koleksi majalah ini dikembangkan dan dikelola oleh Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen , sebuah organisasi serikat kaum elit intelektual nan didirikan pada 1778.



Koleksi Video di Perpustakaan Nasional RI

Video streaming merupakan fitur paling baru portal digital Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Fitur terbaru ini menyajikan video-video nan berhubungan dengan warisan budaya lokal, kesenian, sejarah, dan tempat-tempat menarik di seluruh belahan dunia.

Semoga di masa depan Perpustakaan Nasional menambah koleksi-koleksinya dan meningkatkan pelayanan serta fasilitas nan dapat diakses oleh masyarakat Indonesia. Bagi Anda, jangan ragu berkunjung ke Perpustakaan Nasional.