Berita Hankam nan Membuat Bangga

Berita Hankam nan Membuat Bangga

Siapa nan tak merasa bangga ketika misalnya mendengar atau membaca warta Hankam berupa sebuah pesawat Indonesia nan mampu mengusir sebuah pesawat negara tetangga nan mencoba memasuki wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Membaca warta Hankam bisa meningkatkan rasa nasionalisme Indonesia.

Anggota Densus 88 sukses menjinakkan sebuah bom dengan daya ledak tinggi serta menangkap pembuat bom paling paling dicari nan berniat menghancurkan satu wilayah di Indonesia. Pasukan elit Indonesia sukses membebaskan sandera nan ditawan oleh perompak Somalia sekaligus melumpuhkan para perompaknya. Berita Hankam seperti ini pastilah akan membangkitkan jiwa nasionalisme anak negeri.

Sebaliknya betapa sakit hati dan kecewanya ketika mendengar atau membaca warta Hankam nan mengatakan bahwa kapal patroli Indonesia tak berdaya menghadapi kapal asing nan berusaha mencuri ikan di Indonesia atau sebuah kapal patroli bangsa lain nan akan memasuki wilayah kedaulatan Indonesia. Ketakberdayaan itu bukannya sebab tentara Republik Indonesia pengecut atau sebab tentara Indonesia tak terampil dan tak dapat mengusir para pengacau tersebut.

Hal ini disebabkan perlengkapan perang dan peralatan militer Indonesia nan sudah tua dan kalah canggih dari kapal nan digunakan oleh pengacau tersebut. Apalagi mendengar warta Hankam nan mengatakan pesawat latih milik Angkatan Udara atau helikopter polisi jatuh sebab onderdil nan dipakai ternyata hasil kanibal dari pesawat atau helikopter lain. Tentara dan polisi terlatihpun menjadi korban. Suatu kerugian nan luar biasa.

Berita Hankam nan menyedihkan tersebut akan berubah menjadi semakin menggemaskan ketika sebenarnya Republik Indonesia ini mempunyai aturan tapi anggarannya lebih dipusatkan kepada renovasi gedung DPR nan tiada hentinya itu. Harusnya aturan buat pertahanan dan ketahanan negara besar ini lebih ditingkatkan agar korban dari pihak polisi atau tentara nan tak perlu ada dapat dihindarkan. Malu rasanya ketika negara sekecil Singapura mempunyai aturan pertahanan dan ketahanan nan jauh lebih besar dibandingkan Indonesia.

Berdasarkan warta Hankam, bisa diketahui bahwa teknologi nan dipakai oleh para tentara Republik Indonesia sudah sangat ketinggalan zaman. Kebanggaan negara ini akan meningkat ketika para penjaga pertahanan dan ketahanan negeri memiliki perlengkapan nan tak kalah dengan peralatan perang nan dimiliki oleh negara maju lainnya. Warta Hankam ini akan membuat rakyat Indonesia semakin bangga.

PT Pindad seharusnya dapat lebih hebat lagi apabila ada dukungan luar biasa dari segi finansial. Keyakinan bahwa orang Indonesia itu luar biasa. Namun sebab tak didukung oleh pendanaan nan baik, banyak ilmuwan dan para peneliti Indonesia memilih mengabdikan ilmunya buat bangsa lain. Padahal pakar nuklir, pakar pembuat senjata, pakar pembuat bom, semua dimiliki oleh Indonesia. Warta Hankam nan menyebutkan bahwa PT Pindad setelah mampu membuat tank sendiri ialah bukti bahwa kalau diberi kepercayaan dan keyakinan serta dana nan banyak, bangsa ini dapat berbuat sesuatu nan akan membuat bangga seluruh rakyatnya.



Berita Hankam Bukan buat Kamuflase

Tentara Indonesia nan berada di pulau-pulau terluar, terkadang mengeluh sebab peralatan dan perlengkapan perang termasuk kapal patroli tak memadai. Untuk makan mungkin mereka masih dapat bercocok tanam, tapi kalau buat peralatan perang, tak mungkin mereka dapat ‘menanam’nya.

Berita Hankam nan disiarkan salah satu stasiun televisi nasional ini cukup membuat para pemirsa miris. Bagaimana kalau pulau tersebut diserang oleh musuh atau orang-orang nan tak bahagia dengan Indonesia. Dapat jadi para tentara tersebut akan kalah. Membayangkannya saja cukup sulit. Oleh karenanya sine qua non orang-orang nan memperjuangkan pengadaaan alat-alat pertahanan dan ketahanan nan lebih baik.

Peranan TNI nan mampu meningkatkan pembentukkan karakter bangsa dengan program nan dapat membuat para generasi penerus bangsa memiliki nasionalisme nan tinggi harus ditopang dengan warta Hankam nan dapat terus menjaga gambaran tersebut. Jangan sampai misalnya masyarakat menjadi tak menghargai tentaranya sebab banyaknya warta Hankam nan menyudutkan para anggota TNI tersebut.

Berita Hankam Mesuji baik nan di Lampung maupun nan ada di wilayah Sumatera Selatan nan melemparkan tuduhan nan cukup berat ke Kepolisian, pun bukan warta Hankam nan menyenangkan. Pengayoman dan konservasi nan diharapkan oleh rakyat haruslah dipenuhi oleh pihak nan berkewajiban melindungi dan mengayomi. Persenjataan modern nan diserahkan rakyat kepada para tentara dan aparat kepolisian ialah suatu kepercayaan nan harus diemban oleh pihak nan berkewajiban melakukannya.

Memang masih ada rasa tak percaya kepada pihak kepolisian ketika misalnya, polisi sukses menangkap gerombolan teroris sebab masyarakat menganggap bahwa warta Hankam nan ada di koran-koran itu ialah rekayasa dan kamuflase semata demi kepentingan pihak-pihak tertentu. Tapi hal ini hendaknya menjadi cambuk bagi pihak kepolisian buat lebih meningkatkan kinerjanya.

Berita Hankam nan mengatakan kalau ada bentrok antara tentara dan polisi juga bukan warta Hankam nan menyenangkan. Ketika ada korban dari pihak polisi atau ketika ada tentara nan terbunuh oleh para gerombolan pengacau, perasaan sedih nan dirasakan oleh rakyat tak terlalu terekpos oleh warta Hankam. Malah rakyat menyalahkan pemerintah mengapa tentara tak diberi dana buat membeli peralatan pertahanan nan lebih canggih.

Ada banyak kekhawatiran juga ketika tentara mempunyai peralatan perang canggih, jangan-jangan tentara akan mengkudeta pemerintahan nan sah. Kalau sudah begini, akhirnya pihak nan mempunyai kekuasaanlah nan tahu jawaban dan tahu langkah apa nan harus diambil. Masyarakat hanya dapat membaca dan menanggapi warta Hankam nan sangat membingungkan tersebut.

Ada lagi warta Hankam nan membuat rakyat kurang mengerti, yaitu warta Hankam nan mengatakan bahwa bisnis nan dilakukan oleh TNI harus diminimalisir. TNI dilarang buat mengembangkan bisnisnya lagi. Pelarangan ini membuat terjadinya banyak perubahan di tubuh TNI. Padahal semua tahu bahwa tentara Indonesia itu ialah orang-orang terampil nan mampu membangun jembatan, membangun perumahan darurat dengan cepat, mengatasi bala dan melakukan evakuasi, dan lain-lain.

Mereka membutuhkan pasokan logistik nan banyak. Kalau misalnya mereka dapat mempunyai dana tambahan dari bisnis nan tentunya harus bisnis nan halal dan sah, itu artinya tentara tersebut tak harus bergantung 100% kepada dana nan dianggarkan pemerintah. Tetapi semua pihak nan berkepentingan mempunyai agenda kerja masing-masing sehingga warta Hankam nan terekspos ke masyarakat masih sangat terbatas.



Berita Hankam nan Membuat Bangga

Alangkah menyenangkannya apabila ada warta Hankam nan mengatakan bahwa Indonesia akan mempunyai kapal induk seperti nan dimiliki oleh Amerika, Cina, Rusia, dan negara besar lainnya. Akan lebih menyenangkan lagi apabila dikatakan dalam warta Hankam bahwa pembuatan kapal induk tersbeut 51% dikerjakan oleh anak-anak negeri sendiri.

Bangsa ini membutuhkan warta Hankam nan dapat membuat rakyatnya bangga. Kebanggaan ini sangat krusial guna membangkitkan rasa nasionalisme dan rasa percaya kalau para pelindung pertahanan dan ketahanan negara masih mempunyai nyali dan kekuatan nan dahsyat nan dapat melindungi negara Republik Indonesia.

Bagi sebagian anak, menjadi seorang tentara atau menjadi seorang polisi, masih menjadi cita-cita nan sangat ambius. Ada rasa bangga ketika membayangkan diri berpakaian seragam dan menenteng senjata. Maju membela kedaulatan dan harga diri bangsa.

Tetapi kalau berita Hankam nan didengar dan dibaca hanya tentang sesuatu nan kurang berkenan di hati, dikhawatirkan minat menjadi tentara atau polisi menjadi berkurang. Berkurangnya minat itu dapat jadi sebab warta Hankam nan cenderung menyudutkan tentara atau kepolisian, tetapi dapat juga dikarenakan belum ada cinta buat menekuni sebuah pekerjaan tersebut.