C. Klasifikasi Gurita

C. Klasifikasi Gurita

:

Dalam bahasa Inggris gurita disebut octopus nan diambil dari bahasa Yunani nan artinya berkaki delapan. Gurita merupakan hewan moluska nan berasal dari kelas Cephalopoda (hewan berkaki di kepala), dan termasuk dalam ordo Octopoda. Habitatnya ialah terumbu karang di dasar samudra. Nama octopus seringkali hanya dikaitkan pada hewan nan berasal dari genus octopus, padahal menurut klasifikasi gurita tak hanya berasal dari genus itu.



A. Ciri-ciri Gurita

Gurita memiliki ciri-ciri nan khas, nan membedakannya dari hewan lain nan dianggap mirip (cumi-cumi atau sotong).

1. Bentuk Tubuh
Pada gurita terdapat 8 buah lengan, lengan gurita bukanlah tentakel. Pada setiap lengan terdapat bulatan-bulatan nan berfungsi sebagai penghisap, lengan gurita berfungsi sebagai alat mobilitas dan penangkap mangsa. Hampir seluruh lengan gurita ialah lapisan otot, tak memiliki tulang, baik di dalam maupun di luar dan merupakan struktur hydrostat muskuler.

Gurita tak memiliki rangka dan tak bercangkang. Bagian tubuh gurita nan paling keras ialah sebentuk paruh nan berfungsi sebagai rahang buat menghancurkan mangsa dan mengoyaknya menjadi ukuran nan lebih kecil.

Pada umumnya tubuh gurita sangat lentur hingga mudah menyelinap disela-sela karang nan sempit ketika dikejar oleh pemangsa seperti belut Moray. Tetapi gurita dari subordo Cirrata nan memiliki sepasang sirip dan bercangkang, tak mampu bergerak sfleksibel gurita lain nan tak bercangkang.

Umur gurita nisbi singkat, beberapa jenis gurita hanya berumur sekitar enam bulan. Gurita raksasa nan berasal dari samudra Pasifik bagian utara nan bobotnya dapat mencapai 40 kg merupakan salah satu nan temasuk kalsifikasi gurita nan berumur agak panjang, yaitu dapat mencapai lima tahun jika berada dalam habitat nan cocok.

Salah satu penyebab gurita berumur pendek ialah masalah reproduksi. Gurita jantan akan wafat setelah beberapa bulan kawin, dan gurita betina akan wafat tak lama setelah bertelur atau setelah menetaskan telur-telurnya. Kebanyakan penyebab kematian gurita ialah kesibukannya menjaga telur-telur hingga tak sempat makan.

Pada perut gurita terdapat selubung atau mantel nan berbentuk seperti kantung, selubung ini sebenarnya ialah otot. Jantung pada gurita ada tiga buah, dua buah berfungsi sebagai pemompa darah ke sepasang insang dan satu lagi memompa darah ke seluruh tubuhnya.

Salah satu kandungan pada darah gurita ialah protein Hemosianin nan banyak mengandung tembaga nan berfungsi buat mengangkut oksigen. Hemosianin sebenarnya tak begitu baik dalam mengikat oksigen serta tak memiliki kandungan hemoglobin, sehingga darah gurita warnanya biru.

Ketika bernapas, gurita menghirup air dan dialirkan ke dalam rongga mantel melewati sepasang insang, air lalu dikeluarkan lewat tabung siphon. Sepasang insang gurita memiliki pembagian nan sangat halus. Insang gurita tumbuh dari bagian tubuh sebelah luar atau merupakan hasil vaskulerisasi tubuh bagian dalam.

2. Intelegensi
Gurita ternyata memiliki taraf intelegensi atau kecerdasan nan cukup tinggi, serta memiliki ingatan atau memori jangka pendek dan jangka panjang. Tetapi penelitian lebih lanjut mengenai memori jangka panjang gurita ini terhambat oleh umurnya nan cenderung pendek.

Sistem saraf pada gurita tebilang rumit, sebagian terlokalisir pada bagian otak, dua pertiganya berada pada susunan tali saraf nan terletak di kedelapan lengannya. Lengan-lengan gurita mampu melakukan gerakan reflex nan sangat rumit, bahkan salah satu jenis gurita, yaitu gurita mimic mampu membentuk lengan-lengannya menjadi pola eksklusif hingga menyerupai makhluk bahari lainnya.

Dalam suatu penelitian , gurita mampu mempelajari cara membuka tutup toples hanya dengan melihat saja. Gurita juga sering kali terlihat bermain-main dengan berbagai benda nan ada di akuariumnya. Tak sporadis gurita memecahkan akuarium tempatnya tinggal dan mengunjungi akuarium lain buat menumpang makan. Sering terjadi gurita nan naik ke kapal nelayan dan memakan ikan-ikan dari loka penyimpanan nan tertutup.

Karena taraf kecerdasan nan cukup tinggi inilah, gurita nan dijadikan hewan percobaan mendapat perlakuan nan sama dengan hewan vertebrata, yaitu tak boleh dilakukan pembedahan tanpa diberikan anestesi. Di beberapa negara gurita termasuk hewan nan dilindungi.

3. Sistem pertahanan diri
Pada umumnya gurita memiliki tiga macam sistem pertahanan diri, yaitu menyemburkan tinta, mimikri atau kamuflase dan autotomi atau memutuskan bagian tubuhnya buat mengelabui pemangsa.

Kebanyakan gurita memiliki rona putih atau abu-abu muda. Tetapi dalam kondisi tertentu, gurita dapat mengubah rona tubuhnya sinkron dengan lingkungannya sebab gurita memiliki kromatofora, yaitu lapisan nan berupa kantung-kantung berwarna warni nan bisa mengubah rona kulit dengan cepat.

kromatofora berisi pigmen warna, hitam, coklat, merah, jingga, juga kuning. Selain kromatofora, sel-sel tubuh gurita nan bisa berubah rona ialah iridophore dan leucophore. Gurita cincin biru termasuk dalam klasifikasi gurita nan mampu menipu pemangsanya dengan merubah rona kulitnya serupa dengan hewan beracun.

Jika diserang oleh pemangsa, gurita akan menyemburkan tinta hingga keadaan sekitarnya menjadi gelap, shingga gurita dapat melarikan diri. Gurita mimic bahkan dapat meniru bentuk makhluk hayati seperti belut Moray atau lionfish.

4. Sistem reproduksi
Gurita bereproduksi dengan cara sebagai berikut. Gurita jantan akan meletakan kantong spermatofora ke dalam rongga nan berada pada mantel gurita betina. Peletakkan kantong ini menggunakan lengan spesifik nan disebut hectocotylus nan biasanya merupakan lengan ketiga dari kanan.
Setelah dibuahi, gurita betina akan bertelur, jumlah telurnya dapat mencapai 200.000 butir. Setelah menetas, larva gurita nan seukuran plankton akan melayang-layang bersama plankton dan memakan copepod, larva bintang bahari atau larva kepiting. Larva gurita memiliki musuh, yaitu pemangsa plankton seperti paus.

5. Sistem alat indera
Indera penglihatan gurita termasuk baik, walaupun diduga buta warna, tapi mampu melihat dengan baik pada intensitas cahaya nan buruk.

Indera peraba gurita pun sangat baik, pada lengan gurita terdapat kemoreseptor nan menjadi sensor peraba. Tetapi gurita kemampuan proprioseptif gurita sangat rendah, sehingga kemampuan stereognosis-nya pun rendah (sulit mengenali benda dari bentuk tiga dimensi).

6. Pergerakkan
Gurita bergerak dengan cara berenang atau berjalan. Ketika berenang, kepalanya ada di depan dan kedelapan lengannya di belakang. Ketika berjalan, gurita menggunkan seluruh atau sebagian lengannya. Gurita dapat berjalan sambil berkamuflase.

Agar dapat berenang dengan cepat, gurita menggunakan sistem seburan air bertekanan tinggi nan berasal dari hasil kontraksi mantel, arah semburan disesuaikan oleh tabung siphon, kurang lebih seperti cara kerja jetski.



B. Pemanfaatan Gurita

Berikut ini pemanfaatan gurita oleh manusia.
1. Sebagai bahan makanan
Banyak spesies gurita nan dijadikan bahan makanan khas dari berbagai penjuru dunia, seperti Mediterania dan Meksiko . Di Jepang gurita dijadikan bahan primer buat sushi , tempura, takoyaki dan akashiyaki.

2. Sebagai hewan peliharaan
Tidak terlalu mudah buat memelihara gurita dalam aquarium . Gurita dikenal sering kelura dari akuarium loka tinggalnya dengan berbagai cara bahkan sampai dengan cara memecahkan akuarium itu sendiri. Gurita juga dapat bertahan hayati hingga beberapa waktu di luar air.



C. Klasifikasi Gurita

Berikut klasifikasi gurita selengkapnya.
Gurita termasuk ke dalam kelas Cephalopoda, dengan dua subkelas, yaitu:
• Subkelas Nautiloidea, contoh: gurita nautilus
• Subkelas Coleoidea, terbagi menjadi:
o Superordo Decapodiformes, contoh: squid, cuttlefish
o Superordo Octopodiformes, terdiri dari:
Ordo Vampyromorphida, contoh: Vampire Squid?
Ordo Octopoda, memiliki dua subordo,yaitu:?
• Subordo Cirrata: finned deep-sea octopus, nan terdiri dari:
Familia Opisthoteuthidae: umbrella octopus?
Familia Cirroteuthidae?
Familia Stauroteuthidae?
• Subordo Incirrata
Familia Amphitretidae: telescope octopus?
Familia Bolitaenidae: gelatinous octopus?
Familia Octopodidae: benthic octopus?
Familia Vitreledonellidae: Glass Octopus?
• Superfamilia Argonautoida
Familia Alloposidae: Seven-arm Octopus?
Familia Argonautidae: argonauts?
Familia Ocythoidae: Tuberculate Pelagic Octopus?
Familia Tremoctopodidae: blanket octopus?

Demikian beberapa hal mengenai gurita yan ternyata memiliki berbagai keunikan. Semoga artikel ini dapat menjadi bahan ilmu pengetahuan nan berguna.