3. Teknik Daur Ulang

3. Teknik Daur Ulang

Bagaimanakah cara penanggulangan limbah padat ? Mungkin buat sebagian orang akan berfikir buat menimbunnya di dalam tanah. Namun, tindakan itu akan berdampak negatif bagi mahkluk hayati lain dalam jangka waktu beberapa tahun kemudian.

Dunia ini dipenuhi dengan berbagai makhluk kreasi Tuhan. Manusia, binatang dan tumbuhan semuanya melakukan aktifitas setiap harinya. Segala aktivitas itu niscaya menghasilkan limbah nan pastinya kurang baik bagi kehidupan nantinya.

Salah satu limbah nan sangat sering dijumpai ialah limbah padat. Limbah jenis ini dikategorikan sebagai limbah padat sebab bentuknya nan padat. Biasanya limbah dari kertas, kaleng, dan juga benda-benda nan berbentuk padat biasa disebut sebagai limbah padat.

Tak banyak orang nan mengetahui mengenai bahaya dari limbah-limbah ini jika dibiarkan begitu saja. Beberapa macam limbah padat mungkin akan membawa berkah bagi kita.

Seperti contohnya limbah padat dari tumbuhan yaitu daun nan cukup bermanfaat digunakan sebagi pupuk kompos . Namun, beberapa diantara limbah padat akan berdampak jelek bagi lingkungan kita.

Oleh karenanya, kita sebgai manusia sebaiknya tahu menahu mengenai cara-cara memanfaatkan limbah padat tersebut sehngga semakin bermanfaat buat menunjang kehidupan kita.

Kabar baiknya adalah, saat ini banyak forum nan mulai mensosialisasikan upaya penanggulangan buat limbah padat kepada masyarakat luas. Hal ini pun wajib kita hargai dan kita dukung dengan cara ikut berpartisipasi buat mengolah limbah padat tersebut agar tak membahayakan.

Dan nantinya diharapkan bisa bermanfaat bagi kita. Berikut ini akan dipaparkan beberapa upaya nan bisa kita lakukan dalam memperlakukan limbah padat dengan lebih bijaksana.



1. Teknik Penimbunan

Teknik ini merupakan salah satu cara nan cukup sederhana dalam upaya menanggulangi limbah padat. Teknik ini cukup populer bagi masyarakat nan berada di pedesaan. Banyak dari antara masyarakat nan hayati di pedesaan menggunakan huma mereka buat menimbun sampah nan mereka hasilkan.

Beberapa lubang dibuat di pekarangan mereka buat menimbun sampah dari aktivitas mereka sehari-hari. Selain itu, teknik ini juga cukup populer dilakukan dalam skala besar.

Pemerintah dalam hal ini sebagai pemrakarsa program pengolahan sampah, mencoba menyediakan huma nan selanjutnya digunakan sebagai loka pembuangan akhir. Ada dua teknik spesifik nan dapt diterapkan dalam membangun loka pembuangan akhir, yaitu:



a. Teknik Open Dumping

Teknik ini cukup sederhana hanya dengan menimbun sampah di loka terbuka. Namun, teknik ini membawa beberapa akibat negatif. Selain bau nan menyengat, teknik penimbunan ini juga bisa mencemari lingkugan.

Hal ini merupakan dampak dari zat-zat kimia nan terkandung dari sampah tersebut nan larut kedalam tanah. Nantinya, hal ini bisa mencemari kondisi tanah di lingkungan sekitar dan juga air tanah nan dikonsumsi oleh penduduk sekitar loka penimbunan.



b. Teknik Sanitary Landfill

Namun, ada pula teknik penimbunan sampah nan memperhatikan kelestarian lingkungan yaitu teknik penimbunan sanitary landfill. Teknik ini dilakukan dengan cara membuat lubang di tanah kemudian melapisinya dengan plastik.

Hal ini dilakukan buat mencegah larutnya zat kimia nan berbahaya di tanah. Setelah itu, sampah nan ditimbun kemudian ditutup dengan tanah. Hal ini dilakukan dengan tujuan agar tak tercium bau nan menyengat. Selain itu, hal ini juga dilakukan buat menghindari terjadinya kebakaran .



2. Teknik Pembakaran

Teknik lain nan sering digunakan ialah teknik pembakaran. Teknik ini cukup efektif buat menghilangkan volume sampah nan memakan ruang nan cukup banyak. Seperti nan kita ketahui, sebagian besar orang merasa jijik terhadap sampah. Hanya sedikit orang nan betah buat hayati berdampingan dengan sampah.

Oleh sebab alasan tersebut, maka cara pembakaran ini merupakan upaya nan cukup efektif dalam upaya menanggulangi limbah padat. Cara ini memberikan akibat nan luar biasa terhadap volume sampah padat nan ada.

Teknik pembakaran ini cukup efektif dalam menghilangkan 90% volume sampah padat nan ada di global ini. Dengan begitu, kita tidak perlu lagi risi dengan jumlah limbah padat nan menggunung setiap harinya.

Namun begitu, ada beberapa kekurangan nan didapat dari teknik pembakaran ini. Biaya nan cukup tinggi harus dikeluarkan buat mengoperasikan pembakaran limbah padat nan biasanya menggunakan teknologi canggih.

Selain itu, pencemaran udara nan menjadi konsekuensi nan membahayakan dari teknik pembakaran ini belum bisa teratasi. Gas hasil pembakaran nan tak ramah lingkungan masih menjadi hambatan dari teknik pengolahan sampah dengan cara pembakaran ini.



3. Teknik Daur Ulang

Upaya selanjutnya nan bisa diupayakan ialah dengan cara mendaur ulang limbah nan ada. Cara ini ini sangat bermanfaat tidak hanya buat mengolah sampah namun juga menjadikannya agar lebih berharga dengan memiliki nilai hemat nan cukup tinggi.

Hal pertama nan harus dilakukan ialah dengan mengelompokkan sampah-sampah tersebut berdasarkan dengan golongannya. Biasanya pengelompokan tersebut digolongkan menjadi sampah kering ataupun basah.

Ada juga pengelompokan nan didasarkan pada sampah organik atau non-organik. Semuanya itu tergantung pada pengolahan sampah nan dilakukan nantinya.

Daur ulang ini menjadi cara kreatif dalam menanggulangi limbah padat. Cara ini mampu mengubah limbah padat dari plastik ataupun kertas menjadi barang-barang nan lebih berharga.

Bahkan, barang-barang hasil daur ulang memiliki harga jual nan jauh dari harga barang-barang normal. Hal ini merupakan hasil dari kreatifitas manusia nan mampu mengubah sesuatu nan kurang berharga menjadi sesuatu nan istimewa.

Selain itu juga diharapkan menjadi inspirasi bagi banyak orang buat mengikuti jejak atau taktik dalam mensiasati limbah padat nan semakin banyak seiring berjalannya waktu. Dengan berbekal limbah padat, kita pun mampu memperoleh rejeki dari hasil daur ulang kita.



4. Teknik Pemadatan Sampah

Selain itu, ada pula cara lain nan bisa kita lakukan buat mengecoh pengolahan limbah padat non organik. Salah satu caranya ialah dengan cara pemadatan sampah non organik tersebut.

Hal ini dapt dilakukan dengan cara memotong limbah padat nan kita buang menjadi bagian-bagian nan kecil. Dengan tujuan agar limbah padat tersebut tak memakan banyak tempat. Dan hal inipun cukup efektif dalam mengurangi volume sampah nan ada.



5. Teknik Pengkomposan

Sementara buat mensiasati limbah padat organik, kita pun mampu mengunakan teknik pengkomposan. Teknik ini cukup efektif dalam mengubah limbah padat organik.

Dengan memanfaatka daun-daunan nan gugur dari tanaman, dan juga sayuran nan sudah tidak terpakai dan limbah-limbah organik lainnya, kita pun mampu megolahnya menjadi pupuk nan bisa menyuburkan tanaman.

Cara ini sering disebut dengan teknik pengomposan. Dengan cara ini, kita pun mampu mengubah limbah padat organik nan mudah membusuk menjadi pupuk kompos nan menyuburkan dan bahkan memiliki nilai jual nan tinggi.

Pada dasarnya limbah padat bukanlah menjadi momok nan menakutkan dan mengancam bagi kehidupan manusia. Limbah padat ini bahkan mampu memberikan berkah kepada siapa saja yangkreatif dan mau buat mengolahnya.

Oleh sebab itulah, pencerahan manusia buat lebih peka terhadap penanggulangan limbah padat masih sangat perlu buat ditingkatkan. Dengan begitu, global ini akan tetap terjaga kelestariannya dari ancaman limbah padat nan dihasilkan setiap harinya. Mulailah upaya ini dari sekarang dan kita kan lihat hasil positif dari upaya nan kita lakukan di kemudian hari nanti.