Tempat Ciptaan W S Rendra

Tempat Ciptaan W S Rendra

WS Rendra ialah seorang artis hebat asal Indonesia. Karya-karyanya selalu memberikan motivasi dan semangat buat pembacanya.
WS Rendra memiliki nama lengkap Willibrordus Surendra Broto Rendra nan pada 2009 lalu meninggal dunia. WS Rendra memiliki julukan sebagai “Burung Merak”.

Banyak sekali puisi karya WS Rendra nan akhirnya menjadi puisi terkenal dan disukai. Selain sebagai seorang artis puisi dirinya juga mendirikan sebuah bengkel seni nan diberi nama Bengkel Teater Rendra nan pertama dia membuat Bengkel Teater di Yogyakarta. Namun akhirnya, dia pindah dan membuat Teater nan sama di Depok, Jawa Barat.

Rendra memang memiliki minat menulis nan luar biasa. Dari semasa kuliah, dia sudah menulis berbagai cerpen juga esai dalam beberapa majalah. Begitu juga saat dia masih duduk di bangku SMP sudah mulai rajin membuat cerpen, puisi, dan karya-karya sastra lainnya.

Minatnya terhadap seni ternyata ialah keturunan dari kedua orang tuanya sebab ayahnya ialah seorang guru dan juga dramawan tradisional, sedangkan ibunya ialah seorang penari serimpi keraton.

Selain membuat puisi WS Rendra sudah pernah membuat sebuah drama. Drama pertama dibuatnya ketika masih duduk di bangku SMP dengan judul drama “Kaki Palsu”. Juga drama “Orang-Orang di Tikungan Jalan” nan mendapatkan penghargaan dari Kantor Wilayah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta.

Walau banyak karya sastra nan dihasilkan sang Burung Merak, namun ternyata WS Rendra tak masuk dalam angkatan sastra manapun. Bukan angkatan '60, angkatan 70, maupun angkatan baru. Hal Itu dikarenakan Rendra memiliki pemikiran dan kepribadian sendiri nan berbeda dari sastrawan lain.

Selain terkenal di Indonesia karya sastranya pun terkenal sampai ke mancanegara, bahkan karya-karya miliknya telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa sebut saja bahasa Inggris, Jepang, India, Jerman, dan Belanda.

Puisi-puisi karya WS Rendra antara lain:

  1. Ballada Orang-Orang Tercinta (Kumpulan sajak)
  2. Sajak-sajak Sepatu Tua
  3. Blues buat Bonnie
  4. Empat Kumpulan Sajak
  5. Potret Pembangunan Dalam Puisi
  6. Mencari Bapak
  7. Pamphleten van een Dichter
  8. Perjalanan Bu Aminah
  9. Orang Orang Rangkasbitung
  10. Rendra: Ballads and Blues Poem
  11. Disebabkan Oleh Angin
  12. Nyanyian Orang Urakan

Dan masih banyak lagi karya sastra hebat lainnya. Itu tadi beberapa judul dari puisi-puisi yag pernah dihasilkan oleh WS Rendra. Berikut ini ulasan dari salah satunya nan berjudul “Sajak Tangan”.

Sajak Tangan

Inilah tangan seorang mahasiswa,
tingkat sarjana muda.
Tanganku. Astaga.
Tanganku menggapai,
yang terpegang anderox hostes berumbai,

Aku bego. Tanganku lunglai.
Tanganku mengetuk pintu,
tak ada jawaban.
Aku tendang pintu,
pintu terbuka.
Di balik pintu ada lagi pintu.
Dan selalu
ada tulisan jam bicara
yang singkat batasnya.

Aku masukkan tangan-tanganku ke celana
dan saya keluar mengembara.
Aku ditelan Indonesia Raya.
Tangan di dalam kehidupan
muncul di depanku.
Tanganku saya sodorkan.

Nampak asing di antara tangan beribu.
Aku bimbang akan masa depanku.
Tangan petani nan berlumpur,
tangan nelayan nan bergaram,
aku jabat dalam tanganku.

Tangan mereka penuh pergulatan
Tangan-tangan nan menghasilkan.
Tanganku nan gamang
tidak memecahkan persoalan.
Tangan cukong,
tangan pejabat,
gemuk, luwes, dan sangat kuat.
Tanganku nan gamang dicurigai,
disikat.

Tanganku mengepal.
Ketika terbuka menjadi cakar.
Aku meraih ke arah delapan penjuru.
Di setiap meja kantor
bercokol tentara atau orang tua.
Di desa-desa
para petani hanya buruh tuan tanah.
Di pantai-pantai
para nelayan tak punya kapal.

Perdagangan berjalan tanpa swadaya.
Politik hanya mengabdi pada cuaca…..
Tanganku mengepal.
Tetapi tembok batu di depanku.
Hidupku tanpa masa depan.
Kini saya kantongi tanganku.
Aku berjalan mengembara.
Aku akan menulis kata-kata kotor
di meja rektor

Jika dilihat dari kata-kata dalam puisi itu nan menyebutkan berbagai macam profesi mungkin isi dari puisi itu ialah adanya disparitas antara pekerjaan nan satu dengan nan lainnya. Jika kita bekerja dengan pangkat dan kedudukan nan tinggi, maka pekerjaan akan menjadi lebih mudah. Namun tak demikian dengan pekerjaan nan rendah, maka kita akan bekerja juga dengan bersusah payah.

Atau dapat juga puisi ini menceritakan tentang bagaimana kehidupan seorang mahasiswa atau sarjana muda nan dia tak pernah bisa memikirkan bagaimana nanti masa depannya. Apakah dia akan berhasil atau malah tidak. Karena tak selamanya orang nan berpendidikan tinggi bisa pekerjaan nan baik juga.

Mungkin puisi ini juga menjadi citra dan curahan hati dari para sarjana muda nan binggung mencari kerja sebab lapangan pekerjaan nan sangat susah buat didapatkan bahkan buat seorang sarjana sekalipun.

Seperti ada kata-kata “Tetapi tembok batu didepanku” itu artinya ada halangan-halangan nan sangat sulit buat dilalui. Halangan itu ialah masalah mencari kerja nan sampai sekarang di Indonesia masih seperti tembok batu nan sulit buat dilewati nan menyebabkan kita susah melangkah ke loka tujuan berikutnya, yaitu kesejahteraan.



Drama Karya W S Rendra

Seperti nan kita tahu bahwa W S Rendra ialah seorang artis nan banyak menghasilkan karya-karya puisi dan drama. Penghargaan demi penghargaan dalam bidang puisi.

Berikut ini judul-judul drama nan pernah dibuat dan dipentaskan oleh W S Rendra.

  1. Orang-orang di Tikungan Jalan pada tahun1954
  2. Bib Bob Rambate Rate Rata (Teater Mini Kata) pada tahun 1967
  3. SEKDA pada tahun 1977
  4. Selamatan Anak Cucu Sulaiman
  5. Mastodon dan Burung Kondor pada tahun 1972
  6. Hamlet nan merupakan drama terjemahan dari karya William Shakespeare, dengan judul nan sama
  7. Macbeth juga sebuah drama terjemahan dari karya William Shakespeare dengan judul nan sama Macbeth
  8. Oedipus Sang Raja merupakan drama terjemahan dari karya Sophokles, aslinya berjudul "Oedipus Rex"
  9. Lysistrata nan juga sebuah terjemahan
  10. Odipus di Kolonus (Odipus Mangkat) drama terjemahan dari karya Sophokles,
  11. Antigone (terjemahan dari karya Sophokles,
  12. Kasidah Barzanji
  13. Lingkaran Kapur Putih
  14. Panembahan Reso pada tahun 1986
  15. Kisah Perjuangan Suku Naga
  16. Shalawat Barzanji
  17. Sobrat

Selain W S Rendra nan membuat drama juga puisi nan merupakan terjemahan dari beberapa karya sastra artis dunia. Ternyata, karya Rendra juga sering diterjemahkan oleh beberapa ahli sastra dunia.
Sebut saja oleh ahli sastra dari Australia nan menerjemahkan beberapa puisinya kedalam sebuah tulisan “A Thematic History of Indonesian Poetry : 1920 to 1974". Dan juga dijadikan pembicaraan oleh para ahli sastra lainnya misalnya dari Jerman.

Terbukti kan bahwa karya-karya dari WS Rendra itu bukan karya nan main-main, namun benar-benar karya sastra nan bukan main. Beruntunglah kita memiliki seorang sastrawan seperti beliau.



Tempat Ciptaan W S Rendra

Rendra telah mendedikasikan hidupnya buat seni dari dirinya masih duduk dibangku sekolah karya seninya secara tak langsung telah mewarnai global sastra Indonesia. Tak heran jika akhirnya Rendra membuat sebuah loka buat mewujudkan dan membuat kreasi-kreasi nan baru.

Tempat buat seni milik Rendra itu ialah Bengkel Teater. Bengkel Teater itu pertama didirikan pada 1967 di Yogyakarta ketika Rendra pulang dari Amerika Serikat. Walau namanya sudah besar, namun masih saja ada hambatan nan harus dihadapi, yaitu adanya kesulitan buat tampil di publik dan mempertunjukkan drama dan puisinya.

Oleh sebab itu, pindahlah Rendra ke Depok dan mendirikan kembali Bengkel Teater Rendra. Dalam Bengkel Teater Rendra, ada beberapa loka nan sebesar 3 hektar. Bangunan itu terdapat rumah kediaman keluarga Rendra dan nan lainnya ialah sanggar latihan drama dan tari.

Itulah citra dari betapa hebatnya seorang WS Rendra nan telah banyak menghasilkan karya dan berdedikasi tinggi dalam global kesusastraan Indonesia. Baik itu drama maupun puisi karya WS Rendra ialah sebuah hasil karya besar dan berpengaruh buat global sastra Indonesia.