Rukun Talaq

Rukun Talaq

Perceraian dalam Islam merupakan suatu hal nan diperbolehkan namun sangat dibenci oleh Allah. Untuk menghindari terjadinya perceraian sebelum memutuskan buat menikah, perlu benar-benar dipertimbangkan secara matang. Apakah pernikahan tersebut benar-benar dilandasi oleh perasaan cinta dan dilandasi oleh kecintaan kepada Allah atau tidak?

Perceraian akhir-akhir ini banyak terjadi dengan berbagai karena dan latar belakang. Memang tidak dapat disangkal bahwa dalam setiap kehidupan rumah tangga, selalu saja ada kisruh dan kontradiksi suami dengan isteri. Pada prinsipnya perahu perkawinan itu menyatukan dua insan, nan dapat saja terjadi disparitas karakter, tabiat, dan sikapnya. Jika tidak dapat diatasi, maka kesamaan buat bercerai akan sangat terbuka. Anda patut mengetahui bentuk perceraian dalam Islam itu seperti apa.



Persoalan Hukum Perceraian

Perceraian dalam Islam sebagaimana ibadah lainnya, memiliki lima dimensi sinkron dengan penyebabnya, yakni perceraian itu dapat wajib, haram, sunat, makruh, dan boleh. Untuk menjelaskan lebih lanjut mengenai seperti apa perceraian nan diwajibkan, disunatkan atau diharamkan itu, dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Wajib. Sebuah perceraian wajib hukumnya apabila memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

  1. Seandainya perselisihan nan terjadi diantara suami dan isteri tidak dapat didamaikan lagi, maka wajib hukumnya mengambil jalan cerai, dengan maksud buat menghilangkan mudharat.
  2. Jika qadi atau hakim menganggap bahwa perceraian atau talaq merupakan jalan nan terbaik.
  3. Jika dua orang nan ditunjuk sebagai wakil dari pihak isteri dan suami tidak dapat mendamaikan lagi kontradiksi nan terjadi dalam rumah tangga.
  4. Jika perceraian tidak terjadi, maka dikhawatirkan perselisihan akan terus berbuntut panjang dan berimplikasi dosa bagi suami.

2. Sunnah. Perceraian hukumnya sunnah jika memenuhi hal-hal sebagai berikut:

  1. Suami menyatakan sudah tidak sanggup lagi buat menanggung nafkah kepada keluarganya.
  2. Sang isteri tak lagi mampu menjalankan amanah buat menjaga maru’ah dirinya.

3. Haram. Suatu perceraian hukumnya haram apabila hal-hal dibawah ini terjadi:

  1. Ketika sang isteri dalam keadaan kudus nan telah disetubuhi.
  2. Cerai dilakukan dalam keadaan isteri sedang haid atau nifas.
  3. Suami dalam keadaan sakit.
  4. Menceraikan isteri langsung dengan talak tiga tanpa talak satu atau dua terlebih dahulu.

4. Makruh. Perceraian hukumnya makruh jika talaq suami dijatuhkan kepada isteri nan tidak banyak tuntutannya, sholehah, dan berakhlak mulia.



Rukun Talaq

Yang menjadi rukun talaq, yakni sebagai berikut:

  1. Suami. Berakal, baligh dan dengan tanpa paksaan.
  2. Isteri. Absah ketika akad nikah, belum diceraikan talaq tiga oleh suaminya.
  3. Ucapan talaq. Diucapkan secara jelas nan menyatakan perceraiannya, secara disengaja, dan atas kerelaannya sendiri.

Itulah beberapa hal mengenai perceraian dalam Islam. Semoga pasangan suami isteri nan berniat bercerai buat melakukan muhasabah terlebih dahulu.