Menyikapi Objek Dakwah nan Menerima Ajakan

Menyikapi Objek Dakwah nan Menerima Ajakan

Dalam sebuah hadits nan berisi tentang konsep dakwah , Islam memerintahkan ummatnya buat menyampaikan kebenaran walaupun hanya satu ayat. Isi hadits tersebut seolah amat mudah buat dijalankan yaitu menyampaikan satu ayat. Konsep dakwah dalam Islam memang tak memberatkan. Akan tetapi, benarkah mengajak orang lain ke jalan Islam itu mudah?

Islam mengharuskan adanya dakwah nan monoton dilakukan di tengah ummat. Tanpa adanya dakwah maka akan banyak kemudharatan dan kemaksiatan nan akan terjadi. Manusia diciptakan sebagai makhluk nan lalai dan tak ada nan maksum terbebaa dari dosa kecuali para Nabi dan Rasul. Nasehat ialah pengingat dan petunjuk nan bisa meluruskan tingkah laku manusia nan salah. Kegiatan dakwah merupakan tugas primer dari para Nabi dan Rasul, oleh sebab itu melanjutkan misi dakwah ialah tindakan nan mulia, karena dengan berdakwah kita mencontoh perbuatan para Nabi dan Rasul Allah.

Dakwah tak dapat dilepaskan dari Islam, dakwah nan ditujukan kepada selain Islam bisa dikatakan sebagai perkataan atau seruan biasa saja. Dakwah bisa dilakukan oleh siapa saja nan telah menyatakan keislamannya, di dalam surah Al Ashr dicantumkan bahwa orang-orang nan tak merugi ialah mereka nan beriman, beramal sholih serta saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Bagi muslim nan tak ingin merugi di akhirat haruslah meningkatkan keimanannya setiap saat, selalu beramal sholih baik itu mahdhoh maupun muamalat, dan selalu mengajak lingkungannya buat menegakkan keadilan dan kesabaran dalam berislam.



Definisi Dakwah

Dakwah memiliki arti mengajak, menyeru dan memanggil. Secara umum, konsep dakwah ialah mengajak seseorang agar meyakini sesuatu nan disampaikan oleh pendakwah atau da'i .

Jadi, dakwah tak saja mengajak orang kepada kebenaran, tetapi dapat juga mengajak kepada kemungkaran. Baik mengajak kepada kebaikan atau kemungkaran sama-sama berarti dakwah. Iblis pun senantiasa berdakwah kepada anak cucu Adam agar menjauhi perintah Allah dan mendekati larangan-Nya.

Sedangkan para Nabi, Rasul dan orang-orang beriman akan mengajak manusia kepada jalan Allah Swt. Itulah nan membedakan iblis dengan orang-orang beriman.



Konsep Dakwah Islam

Allah Swt. memerintahkan hamba-Nya buat mengajak manusia agar taat beribadah hanya kepada Allah Swt. Berdakwah atau mengajak tak selalu berakhir baik. Ada tiga kemungkinan respon objek dakwah atau mad'u terhadap ajakan da'i :



1. Menerima dan mau melaksanakan ajaran kebenaran

Dakwah ialah sebuah kewajiban nan harus dilaksanakan oleh setiap muslim tanpa membedakan jenis kelaminnya antara nan pria dan wanita. Dalam contoh kehidupan para shahabat didapati bahwa sejumlah shahabiyah (shahabat wanita) juga melakukan kegiatan amar ma'ruf nahi mungkar atau berdakwah. Tugas kita ialah menyampai kebenaran atau nasehat nan baik kepada orang lain, terlepas apakah nanti seruan diterima atau tak itu ialah kehendak dari Allah SWT. Yang terpenting kita telah menunaikan salah satu kewajiban dalam beragama Islam.

Terkadang dakwah nan dilakukan mendapatkan penolakan nan menyakitkan hati, misalnya dikatakan sebagai orang sok alim, ustadz karbitan, sok kudus dan ejekan lainnya. Dan terkadang dakwah malah membuat hati kita berbangga sebab pujian dan penghargaan dari orang lain.

Itulah lika-liku dalam berdakwah, kadang diterima dan seringkali ditolak mentah-mentah. Namun hal tersebut jangan merusak hati, misalnya setelah mendapat pujian banyak menjadi seorang nan sombong. Ataupun menjadi dengki sebab diejek oleh lingkungan sekitar. Hiasilah dakwah dengan kalbu nan salim serta jauh dari sifat-sifat nan merusak, sematkanlah akhlak nan terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Lakukan sebab niatan kepada Allah semata dan keselamatan nantinya di akhirat kelak, dengan niat nan tulus maka kesulitan apa pun bisa diatasi dengan tenang.



2. Ragu-ragu

Sikap ragu-ragu dari orang nan diajak buat beramal kebajikan ialah perkembangan nan cukup lumayan. Karena sikap ragu-ragu tersebut menandakan orang lain telah memikirkan kebenaran nan telah disampaikan. Memang ciri manusia bhineka dari cara mereka menerima sebuah kebenaran, ada kalanya orang sangat cepat menerima saran dan kebenaran. Dan ada pula sebagian nan membutuhkan waktu buat berpikir matang sehingga memahami kebenaran nan disampaikan kepadanya.



3. Menolak dan selalu menghindari rendezvous dengan kita

Dakwah ditolak maka jangan bersedih hati, sebab memang itulah resiko dalam berdakwah. Dakwah tak akan menyenangkan bila terjadi secara monoton. Yakni selalu diterima oleh masyarakat, para Nabi dan Rasul sebagai insan mulia saja mereka mendapat berbagai macam penolakan dari sebagian ummatnya. Itulah mengapa Rasulullah mengatakan bahwa pahala berdakwah ialah melebihi apa nan ada di langit dan di bumi.

Apapun respon dari objek dakwah, kewajiban seorang da'i hanyalah menyampaikan. Itulah konsep dakwah sesungguhnya. Maka Allah Swt. tak akan membebani hamba-Nya dengan keharusan bahwa setiap objek dakwah harus sukses diajak.

Rasulullah Saw. sendiri tak sukses mengajak paman kesayangannya nan bernama Abu Thalib buat memeluk Islam. Padahal sang paman turut membantu perjuangan Rasulullah Saw. semasa hidupnya.

Peristiwa tersebut mengandung hikmah bahwa hidayah ialah milik Allah Swt. Hanya Allah Swt. nan berkehendak buat menentukan apakah seseorang layak menerima cahaya-Nya atau tidak. Dengan demikian, sudah sepatutnya seorang da'i tak dongkol atau berputus harapan ketika ajakannya ditolak mentah-mentah, dicaci dan dihina oleh objek dakwah.



Menyikapi Objek Dakwah nan Menerima Ajakan

Sebagaimana nan telah disebutkan di atas, bahwa ada tiga kemungkinan respon dari objek dakwah dalam menerima ajakan da'i .

Terhadap objek dakwah nan menerima ajakan da'i , tetaplah memberi motivasi agar ia istiqamah di jalan Allah. Godaan buat kembali kepada kemaksiatan niscaya lebih besar sebagai ujian terhadap keimanan dalam hatinya. Oleh sebab itu, silaturahmi harus senantiasa dijaga buat saling nasihat menasihati, memotivasi dan meningkatkan keimanan.



Menyikapi Objek Dakwah nan Ragu-ragu

Terhadap objek dakwah nan masih ragu-ragu, da'i harus mengekplorasi lebih dalam tentang dirinya. Mungkin ada masalah keluarga, latar belakang atau pemahaman nan menghambat dirinya buat menerima kebenaran.

Setelah faktor-faktor penghambat itu dihilangkan, barulah materi dakwah dapat disampaikan. Ibaratnya, janganlah memasukkan air susu ke dalam gelas nan masih ada ampas kopinya. Bersihkan dulu gelas dari ampas kopi, baru masukkan air susu. Dengan demikian susu nan akan diminum tetap murni dan tak tercampur aduk dengan kotoran ampas kopi.



Menyikapi Objek Dakwah nan Menolak

Penolakan dari objek dakwah ialah hal lumrah. Dakwah Nabi Nuh a.s. ditolak oleh anak-anaknya. Dakwah Nabi Luth a.s. ditolak oleh istrinya. Dakwah Nabi Ibrahim a.s. ditolak oleh ayahnya. Bahkan kerabat terdekat Rasulullah Muhammad Saw. pun ada nan menolak dakwah beliau.

Konsep dakwah Islam mengajarkan agar tak membalas cacian orang-orang nan mencaci agama. Islam juga mengajarkan agar tetap menyampaikan dakwah dengan sabar, penuh hikmah dan nasihat nan baik dengan bahasa nan mudah dipahami oleh objek dakwah.

Sikap anarkis seorang da'i terhadap objek dakwah bertentangan dengan konsep dakwah Islam. Rasulullah Saw. sendiri tak pernah mengajarkan hal tersebut. Jika penolakan terus berdatangan, berdoalah kepada pemilik hidayah yaitu Allah Swt. Hanya Allah Swt. saja nan dapat membolak-balikkan hati manusia. Wallahu'alam bishshawab .