Kota Mas - El Dorado

Kota Mas - El Dorado

Kota Mas ialah sebuah legenda tersembunyi nan menjadi mitos bangsa eropa buat memburunya. Kota mas atau lebih dikenal dengan kota emas ialah istilah nan digunakan bangsa Eropa buat menyebut sebuah wilayah nan menghasilkan emas terbesar di dunia.

Mendengar namanya Anda mungkin bingung, apakah kota tersebut sepenuhnya terbuat dari emas, ataukah kota tersebut merupakan penghasil emas? Rasanya kebingungan itu wajar. Mendengar namanya pun dapat jadi ini merupakan nan pertama.

Kota dengan nama seperti itu ternyata ada. Letaknya jauh dari Indonesia. Terang saja, sebab Kota Mas terletak berbeda benua dengan Indonesia. Meskipun terdengar sangat Indonesia sekali, Kota Mas ternyata ada di Benua Afrika dan Eropa.

Membayangkan banyaknya emas nan terdapat di Kota Mas tak sepenuhnya salah. Kota Mas memang bandar dan sarangnya emas. Paling tak itulah cerita menurut sejarah nan berkembang. Kekayaan nan dimiliki kota ini mungkin dapat memabukkan, tapi benarkah demikian?

Di tengah kesan menyeramkan nan dimiliki oleh Benua Afrika, benua hitam ini ternyata memiliki cerita unik nan dibawa oleh Kota Mas ini. Keunikannya bahkan terkenal hingga seluruh dunia. Bahwa koat tersebut berbeda dengan kota-kota lain. Begitupun dengan keberdaan Kota Mas di Eropa.

Kota Mas nan pertama terlatak di Joburg alias Johannesburg di Afrika selatan. Letak kota Mas nan kedua ialah El Dorado di Colombia. Namun sayang, El Dorado sampai saat ini masih dianggap sebagai kota mitos, sebab tebalnya rahasia nan menyelimuti kota nan hilang itu dan tidak ada nan pernah menemukannya.

Lain halnya dengan Kota Mas Johannesburg nan merupakan daerah pertambangan emas terbesar di Afrika selatan nan sudah beroperasi sejak 1896 sampai dengan 1977. Lorong tambang emas di sana mencapai kedalaman 3.293 meter. Tambang emas Johannesburg ialah tonggak era modern di Afrika Selatan sekaligus munculnya era apartheid.



Kota Mas - Gold Reef City

Kota emas atau kota Mas di Afrika Selatan ini dinamakan Gold Reef City. Loka itu ialah sebuah perkampungan tua nan memiliki kompleks tambang emas terbesar di dunia. Namun sebab emasnya sudah habis maka kegiatan pertambangan emas pun ditutup sejak 1977 dan ditinggalkan begitu saja oleh para investor asing. Padahal, dari tambang ini berton-ton emas bisa digali. Sekarang nan tertinggal hanya puing-puing lapuk nan menyisakan sejarah nan ingin cepat dilupakan orang.

Perkampungan nan terletak di kota Mas ini dapat ditempuh dari bandara OR Tambo dengan memerlukan waktu kurang dari satu jam. Jika Anda sudah sampai di kota tua itu, Anda akan melihat sebuah kompleks bekas pertambangan emas nan mengagumkan. Anda akan dibawa pada penelurusan lorong panjang nan menegangkan hingga pada kedalaman 225 meter di bawah tanah.

Dari sanalah setiap ruang di lorong itu akan bercerita tentang kekayaan para investor nan mengeruk perutnya hingga terlihat menyedihkan. Tentang kekayaan kota Mas zaman dahulu. Dan tentang kekayaan nan sudah habis dikeruk.

Ketika berjalan-jalan di kota Mas dan masuk pada salah satu bekas penambangan emas, Anda akan memasuki ruang-ruang gelap dan dingin juga terdengar gemericik air nan merembes dari sumur, seolah bercerita, "Kami dulu ialah lorong-lorong nan dipuja. Namun setelah emas kami habis, kami ditinggalkan dan perut kami dibiarkan ternganga menjadi gua di gelap dan menakutkan."

Lorong gelap di kota Mas nan mengesankan itu pun akan bercerita tentang para penambang nan kebanyakan orang berkulit hitam nan bekerja tanpa henti selama 24 jam. Mesin-mesin selalu bergemuruh, para pekerja kulit hitam dibagi menjadi dua shift. Mereka berkerja bagai kuda dicambuk dan didera dengan upah nan minim.

Bahkan di antara para pekerja tambang ini niscaya banyak nan wafat sebab tertimpa longsor, kehabisan oksigen, atau terkena gas beracun. Yang pasti, tambang nan menghasilkan emas di Gold Reef City ini banyak juga menghasilkan penderitaan dan rasa nyeri. Kota Mas nyatanya meninggalkan cerita sedih nan mengiris hati. Ironis antara tumpukan emas dan hilangnya nyawa.

Kota Mas benar-benar menyisakan bekas ekskavasi emas nan menganga dimana-mana. Didalam setiap lorongnya nan dalam dan gelap ini juga ada mesin pembangkit tenaga listrik dan ada mesin pemompa air nan memang masih berfungsi sampai sekarang. Di dalam lorong ada cerukan kecil loka para penambang berkumpul atau beristirahat. Dilengkapi dengan poster-poster antik tentang keselamatan kerja nan di tulis dengan tiga bahasa, yaitu, Inggris, Prancis, dan Zalu, bahasa daerah setempat.



Kota Mas - El Dorado

Kota Mas kedua nan diburu bangsa Eropa ialah El Dorado, sebuah kota nan terbuat dari emas. Bahkan syahdan kabarnya, istana raja di kota Mas tersebut dibangun dari emas murni 24 karat. Legenda El Dorado menjadi cerita nan sangat menggelitik bagi para pemburu harta karun pada abad 15.

Namun, banyak juga nan mengatakan bahwa El Dorado ialah sebuah cerita fitnah bangsa Indian agar bangsa Eropa nan datang ke Amerika tak membentuk di koloni di daerahnya, tetapi malah terus mencari kota Mas nan tersembunyi tersebut.

Kota Mas El Dorado mungkin saja terungkap lewat danau Guatavita. Syahdan kabarnya di danau tersebut ialah loka pemujaan dewa suku Indian Inca nan berdiam di El Dorado. Pada saat pemujaan, mereka mempersembahkan perhiasan berupa emas nan ditenggelamkan dalam danau tersebut dan sang raja akan dilumuri oleh debu nan terbuat dari emas hingga tubuhnya berkilauan terkena cahaya matahari. Lalu ia akan membersihkan diri dalam danau tersebut.

Konon, peradaban Indian Inca nan kaya raya tersebut sukses ditaklukan oleh Francisco Pizzaro. Ia ialah seorang pria nan hayati antara 1475 hingga 1541. Penaklukan kota Mas oleh Pizzaro terjadi pada 1530-an. Sesaat setelah menaklukan peradaban Inca, datanglah seorang pemuda.

Pemuda nan menemui Pizzaro itu tak mengetahui jika kerajaan Inca nan ditujunya telah sukses ditaklukan. Ia pun menceritakan hal lain nan mencengangkan pada Pizzaro. Pemuda itu berkata jika ada sebuah kerajaan lain nan terletak di wilayah nan sama dan sama-sama memiliki raja nan berselimutkan debu dari emas nan suka berenang di danau emas.

Cerita menganai danau emas nan terdapat di kota Mas pun tersebar. Pada 1536, Gonzalo Jimenez de Quesada seorang berkebangsaan Spanyol mendatangi danau tersebut, nan sekarang masuk dalam wilayah Colombia. Dia bersama 500 orang prajuritnya bermaksud mengeringkan danau tersebut dengan ember-ember raksasa. Setelah tiga bulan beroperasi, danau itu surut sedalam tiga meter dari permukaan. Dan memang benar, mereka menemukan emas sebanyak 18 kilogram.

Keberhasilan Gonzalo Jimenez de Quesada ini memicu rasa penasaran bangsa lain. Maka berbondong-bondonglah bangsa Eropa datang ke Amerika guna menemukan kota El Dorado nan artinya orang bersepuh emas. Namun hasilnya sia-sia, mereka tidak menemukan apa-apa. Bahkan sampai sekarang, Kota Mas itu tetap menjadi misteri. Hanya danau Guatavita nan menjadi saksi kegemilangan suku Inca nan kaya raya itu.

Keberadaan dari dua kota nan sama-sama bernama Kota Mas ini masih menjadi rahasia bagi masing-masing benua. Cerita nan terjadi di masa lalu perihal keunikan dua kota ini tentu tak akan hilang terlebih di benak masyarakat Afrika dan Eropa.